Alasan Honda Belum Mau Menjual Motor Listriknya

Alasan Honda Belum Mau Menjual Motor Listriknya

KabarOto.com - Motor listrik karya anak bangsa bernama Gesits sudah resmi di pasarkan. Viar juga sudah menjual motor listrik bernama Viar Q1. Lalu pada akhir Januari 2019 lalu, PT Astra Honda Motor meluncurkan PCX Electric.

Di saat semua merk ingin menjual ke masyarakat, namun Honda malah memasarkan poduk dengan sistem sewa. Institusi pemerintah dan swasta yang ingn menggunakan PCX listrik harus menyewa dengan biaya yang sudah ditentukan.

Baca Juga: Belum Bisa Dipesan, Honda PCX Electric Masih Tunggu Surat Uji Tipe

Thomas Wijaya, Direktur Pemasaran PT AHM, menyebutkanalasan kenapa Honda masih memberlakukan sistem sewa untuk PCX listrik. Intinya menurut Thomas Honda ingin mendapatkan kepastian potensi pasar sekaligus tindakan pasca penjualan dari skutik listrik. Selain itu juga menunggu kepastian regulasi kendaraan listrik di Indonesia.

"Selain menunggu kepastian bagaimana regulasinya untuk kendaraan listrik, yang mengacu pada harga dan pajak kami juga masih mempelajari kebiasaan masyarakat menggunakan kendaraan listrik. Kita bisa lihat permintaan untuk matik dan kendaraan listrik seperti apa,” tutur Thomas di bilangan Sudirman, Jakarta Selatan.

Alasan lain adalah, Honda bertanggung jawab terhadap layanan purna jual termasuk penggantian baterai yang merupakan komponen penting dari motor listrik. Honda juga masih mempelajari pola-pola kebiasaan penggantian baterai agar mendapat gambaran yang pasti sebelum menjual ke konsumen.

Selain itu, menurut Thomas, pengelolaan limbah baterai juga menjadi perhatian Honda. karena, pengelolaan limbah baterai ion lithium yang digunakan skutik listrik memerlukan penangangan khusus untuk menghindarkan polusi terhadap lingkungan.

Baca Juga: Baterai Honda PCX Electric Bisa Diisi Ulang Dengan Cara Ini

"Kami akan memberikan paket komplit bukan hanya kebiasaan berkendara, tapi juga kebiasaan mengganti baterai layanan service dan purnajual, pengelolaan limbahnya juga," ujar Thomas lagi.