Ambisi Thailand Pimpin Penjualan Mobil Listrik Di Wilayah ASEAN

Ambisi Thailand Pimpin Penjualan Mobil Listrik Di  Wilayah ASEAN

KabarOto.com – Thailand berambisi memimpin penjualan mobil listrik di wilayah ASEAN, dan tengah menyusun struktur pajak cukai baru untuk kendaraan elektrifikasi yang diharapkan selesai sebelum akhir tahun ini.

Menurut Direktur Jenderal Departemen Cukai Thailand, Lavaron Sangsnit mengatakan, “Pajak baru ditujukan untuk merangsang permintaan masyarakat untuk kendaraan listrik di Thailand.”

Roadmap kendaraan listrik selama tiga fase, menyebutkan bahwa target produksi sebanyak 225.000 unit kendaraan listrik ditargetkan tercapai pada tahun 2025.

Baca juga: Mercedes-Benz EQS, Mobil Listrik Mewah Pertama Dari Stuttgart

Selajutnya, model kendaraan elektrifikasi akan terbagi menjadi kendaraan penumpang dan truk pick-up dengan teknologi hybrid murni maupun plug-in hybrid. Pada fase terakhir, produksi mobil listrik ditargetkan mencapai 725.000 unit pada tahun 2030. Untuk mendukung semua hal tersebut, pembuatan baterai mobil listrik juga dilakukan di dalam negeri.

Sebagai informasi, kendaraan elektrifikasi menarik pajak cukai 8%, tetapi untuk pembuat mobil yang telah diberikan hak investasi dari Dewan Investasi, tarif pajak 2% berlaku. Selain itu, dari tahun 2020 hingga akhir tahun 2022, tingkat 0% diterapkan di bawah promosi investasi khusus Dewan Investasi.

Baca Juga : Hyundai Dan LG Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik Di Karawang Rp15,9 Triliun

Sementara itu, Komite Kebijakan Kendaraan Listrik telah menyiapkan terkait insentif keuangan dan pajak serta standar keselamataan untuk pabrikan mobil listrik dan penyedia baterai.

Thailand juga berencana membangun 12.000 pengisi daya cepat untuk mobil listrik pada tahun 2030, kemudian melarang penjualan mobil berbahan bakar bensin dan diesel pada tahun 2035.