Apa Jadinya Kalau Volume Oli Terlalu Sedikit Atau Banyak Di Mesin?

Apa Jadinya Kalau Volume Oli Terlalu Sedikit Atau Banyak di Mesin? Kipli

KabarOto.com - Sebagian dari Sobat KabarOto mungkin ada yang gemar mengoprek kendaraannya sendiri, seperti ganti oli atau pelumas.

Perlu diperhatikan, level atau tingkat volume pelumas juga harus berada dalam takaran yang tepat. Terlalu sedikit atau banyak bisa mempengaruhi kinerja mesin.

"Risiko mengisi oli mesin lebih dari takaran seharusnya adalah dapat membuat performa mesin turun. Tarikan mesin, terutama pada putaran tinggi akan terasa berat karena oli bersirkulasi melebihi kapasitas," ungkap Nur Imansyah Tara, Aftersales Business Division Head Auto2000, Jum'at (28/10).

Sehingga, menurutnya, konsumsi bensin juga lebih boros karena mesin membutuhkan tenaga lebih besar untuk bergerak. Masalah ini akan berimbas pada kemampuan oli dalam melumasi dan membebani kerja pompa oli dalam mendistribusikan pelumas.

Potensi masalah lain yang dapat terjadi adalah timbulnya kebocoran yang sangat merugikan karena tekanan berlebih yang membebani mesin.

Baca Juga: Pentingkah Engine Flush Tiap Ganti Pelumas? Ini Penjelasannya

Kebocoran biasanya menyusup lewat seal yang kondisinya kurang baik dan dapat terlihat dari rembesan oli menetes keluar dari blok mesin.

Dalam jangka panjang, usia pakai pompa dan filter oli mesin akan cepat menurun karena bekerja ekstra keras.

Dampak buruk dari mengisi oli mesin kurang dari takaran, menurutnya bisa lebih besar karena risikonya mesin akan mudah panas, mengingat debit oli yang bersirkulasi lebih sedikit dari seharusnya.

Tenaga mesin akan menurun dan konsumsi bensin menjadi boros karena mesin tidak bekerja pada kondisi ideal.

Selain itu, sistem pelumas pada komponen di dalam mesin menjadi tidak merata, hingga komponen terkecil dan dapat menimbulkan keausan lebih cepat yang berakibat fatal kalau didiamkan.

Baca Juga: Begini Cara Pilih Pelumas Kendaraan Yang Baik

Suara mesin akan terdengar kasar karena timbul gesekan akibat pelumas yang penyebarannya tidak merata.

"Akibatnya, komponen mesin berpotensi macet dan berujung rusak karena keausan yang terjadi, apalagi kalau sampai mesin mengalami overheat," wantinya.

risikonya bisa sampai turun mesin untuk perbaikan yang memakan waktu dan biaya yang besar.

"Wajib mengukur volume oli mesin lewat dipstick secara berkala untuk memastikan takarannya sesuai standar yang ditentukan," tutupnya.