Aprilia Racing Fokus Pengembangan Elektronik dan Aerodinamika

M. Sigit
M. Sigit
Senin, 19 Januari 2026
Aprilia Racing Fokus Pengembangan Elektronik dan Aerodinamika

Motor Aprilia di MotoGP 2026 (Foto: MotoGP)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Tim Aprilia Racing lebih fokus pengembangan motor di sektor elektronik dan aerodinamika. Musabab, tahun ini jadi era terakhir MotoGP dengan mesin 1.000 cc.

Direktur Teknis Aprilia Racing, Fabiano Sterlacchini mengatakan pengembangan elektronik difokuskan untuk meningkatkan kepercayaan diri pembalap sekaligus mencari peningkatan performa sekecil apa pun, terutama saat akselerasi.

"Dari sisi elektronik, sepanjang musim lalu kami banyak bekerja berdasarkan masukan para pembalap untuk membuat motor lebih mudah dikendalikan dan stabil," ucap Sterlacchini dikutip Crash.

Menurutnya, motor performa tinggi sekalipun tidak kan maksimal jika sulit dikendarai hingga batasnya.

Pembalap cenderung menyisakan margin aman sehingga berdampak pada catatan waktu lebih lambat.

Baca Juga: Pertamina Lubricants dan VR46 Racing Team Lanjutkan Perjuangan di MotoGP 2026

Traksi ban belakang secara optimal juga membantu proses pengereman

Pengereman Motor Aprilia

"Karena itu kami banyak mengembangkan elektronik, khususnya pada sistem kontrol traksi, baik saat keluar tikungan maupun ketika masuk tikungan," jelasnya.

Menurutnya, pemanfaatan traksi ban belakang secara optimal juga membantu proses pengereman.

Pembalap bisa mengerem lebih lambat, lebih efektif saat menyalip, sekaligus mencatatkan waktu putaran yang lebih baik.

Aprilia fokus menggarap detail-detail kecil pada elektronik, seperti kontrol wheelie lebih halus hingga mengejar peningkatan akselerasi sekecil 0,0001 g.

Baca Juga: Target Fabio Di Giannantonio Juara MotoGP 2026

Sektor Aerodinamika

Dari sisi aerodinamika, pengembangan selalu menjadi kompromi antara downforce dan drag. Meningkatan downforce di bagian depan, misalnya, akan berdampak pada bertambahnya hambatan angin.

Hubungan antara keduanya tidak selalu linier. Bahkan, drag dalam kondisi tertentu justru bermanfaat, terutama saat pengereman.

"Apa yang kami inginkan dari aerodinamika adalah mendapatkan perilaku optimal di setiap fase berkendara," tutup Sterlacchini.

Aprilia berupaya menghasilkan gaya aerodinamika lebih efisien, memberikan keuntungan performa tanpa harus membayar mahal dengan efek samping yang merugikan. Drag, misalnya, dibutuhkan saat memperlambat motor, tetapi tidak diinginkan saat melaju di lintasan lurus demi menjaga kecepatan puncak.

Tags:

#Aprilia Racing #MotoGP 2026 #Marco Bezzecchi

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan