Begini Sejarah Daihatsu Rocky, Pernah Tenar Di Indonesia

Begini Sejarah Daihatsu Rocky, Pernah Tenar di Indonesia

KabarOto.com - Daihatsu Rocky versi baru sebentar lagi akan mengaspal di Indonesia. Mobil yang muncul di Tokyo Motor Show tahun 2019 lalu itu, menyita perhatian masyarakat dunia.

Meski saat itu hanya konsep, namun desainnya yang modern, membuat banyak pecinta otomotif terpana, dengan tampilan dan teknologi yang diadopsinya. Mobil itu, dibekali dengan mesin berkapasitas 1.000 cc turbo dan 1.200 cc.

Baca Juga: Kolaborasi "Sinergi Untuk Negeri", Tanda Kehadiran Toyota Raize Dan Daihatsu Rocky

Sport Utility Vehicle (SUV) sedianya sudah diperkenalkan pada 28 April lalu oleh Astra International Tbk. Namun secara resmi sedianya diperkenalkan pada Jumat pagi ini, (30/4). Peminat Daihatsu di Indonesia sudah menantikan mobil ini, karena mendapat tawaran menarik berupa potongan PPnBM 100% dari pemerintah, sehingga harganya terjangkau.

Daihatsu Taft Rocky F75 (Foto: istimewa)

Namun kali ini, KabarOto.com tidak membahas keunggulan Daihatsu Rocky, melainkan sejarah. Untuk diketahui, Daihatsu Rocky sendiri bukan nama baru, mobil ini pernah hadir dan banyak digunakan pada tahun 1980an sampai 1990an. Daihatsu Taft Rocky F75 namanya, mulai masuk jalur produksi secara global pada tahun 1984.

Mobil ini hadir dengan bentuk sudut kaku dan masuk ke Indonesia pada tahun 1988. Andalkan mesin diesel DL41 dengan kapasitas 2.765 cc. Mesin ini sama dengan Taft Independent.

Se

Daihatsu Rocy yang akan meluncur di Indonesia

Sementara itu, ada juga Daihatsu Feroza yang bentuknya hampir sama, namun menggunakan mesin bensin berkapasitas 1.600 cc. Saat mulai laris, di tahun 1990an, mendapat penyegaran, menjadi Daihatsu Rocky F78 .

Dibekali mesin DL42 dengan kapasitas 2.765 cc bertenaga 76 dk dan torsi 245 Nm. Mesin ini dipadukan dengan transmisi manual 5 percepatan. Yang membedakan, adalah mesin baru sudah menggunakan timing belt dan sistem bahan bakar injeksi.

Baca Juga: Siap-siap, Toyota Raize Dan Daihatsu Rocky Meluncur Pekan Ini

Ubahan yang diberikan pun lebih baik, mesin dieselnya lebih senyap, dari model sebelumnya. Suspensinya menggunakan independen, sebelumnya menggunakan per daun di depan. Sementara untuk belakang, menggunakan per keong, sehinga mobil ini cukup nyaman meski ground clereance-nya agak tinggi.

Mobil ini masih berjaya di era 1990an, sampai sekarang masih beredar di jalan Indonesia dan menjadi koleksi.