Beresiko Kebakaran, Chevrolet Bolt EV Kena Recall

Beresiko Kebakaran, Chevrolet Bolt EV Kena Recall

KabarOto.com – General Motors (GM) mengumumkan penarikan kembali pada mobil listriknya, yakni Chevrolet Bolt EV. Pasalnya, produk tersebut dilaporkan mengalami kerusakan hingga beresiko mengalami kebakaran.

Laporan terbaru, terdapat lima peristiwa terkait kebakaran mobil dan mengakibatkan dua orang penumpang mengalami luka ringan.

Sebanyak 68.677 unit Chevrolet Bolt EV produksi tahun 2017 hingga 2019 akan di tarik kembali untuk dilakukan pengecekan dan perbaikan.

National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) selaku Badan Keselamatan Jalan Raya di Amerika Serikat (AS) telah membuka penyelidikan Chevrolet Bolt EV setelah adanya laporan tiga mobil mengalami kebakaran.

Sementara itu, GM sendiri menjelaskan mobil listrik buatannya beresiko mengalami kebakaran saat baterainya diisi hingga penuh atau hampir penuh. Dimana, baterai tersebut diproduksi di fasilitas LG Chem Ltd. Ochang, Korea Selatan.

Baca Juga : Ekspor Kendaraan Roda Dua Naik Di Tahun 2020

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, GM telah mengembangkan perangkat lunak yang akan membatasi pengisian kendaraan hingga 90 persen dari kapasitas baterai untuk mengurangi terjadinya kebakaran.

"Kami bekerja sama sepanjang waktu untuk menerapkan perbaikan terakhir secepat mungkin setelah tahun pertama," jelas Jesse Ortega, Executive Chief Engineer untuk Chevrolet Bolt EV.

Sedangkan, pihak LG Chem mengatakan akan bekerjasama untuk mengindentifikasi penyebab pasti kebakaran yang terjadi.

"Kami akan bekerja sama dengan GM dan dengan tulus melanjutkan penyelidikan untuk mengidentifikasi penyebab pasti kebakaran," tulis dalam resminya.

Untuk mengurangi resiko jatuhnya korban, NHTSA menghimbau pemilik Chevrolet Bolt EV untuk memarkir mobil mereka di luar dan jauh dari rumah, hingga kendaraan tersebut selesai diperbaiki.