Ekspor Kendaraan Roda Dua Naik Di Tahun 2020

Ekspor Kendaraan Roda Dua Naik di Tahun 2020 Pabrik sepeda motor (Foto: Istimewa)

KabarOto.com - Pandemik Covid-19 menurunkan jumlah penjualan otomotif di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Meski sempat turun, di tahun ini namun kini angkanya sudah mulai naik, kuartal ketiga naik 9,5%. Kanaikkan penjualan motor dibanding mobil karena harga lebih murah.

Demikian dikatakan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Taufiek Bawazier di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Agar Bisa Tumbuh, Industri Otomotif Perlu Didukung Dua Sektor Ini

Taufiek menilai cukup ada peningkatan, artinya di sektor ini meberikan peran yang cukup besar terhadap peningkatan GDB. Sektor otomotif terjadi peningkatan dibanding kuartal 3.

"Jika dilihat kinerja, neracanya ini cukup bagus, surplus sebenarnya. Ekspor CKD mendapat angka 2,1 triliun, impor kita untuk CKD hanya 0,2%. Yang mengembirakan lagi ekspor roda dua ini cukup tinggi sekali," papar Taufiek lagi.

Dia memaparkan, angka ekspor untuk sepeda motor hingga September kemarin hampir mencapai 11,4 tiriliun.

Ekspor sepeda motor ke berbagai negara tujuan

Saat ini, Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 100%. "Kita mencoba untuk melokalisasi. korelasinya dengan pemasok komponen-komponen," tambah Taufiek.

Taufiek memaparkan akan memiliki multiplayer efek ekonomi yang tinggi terhadap IKM. Sehingga industri bisa mendapatkan opportunity ekonomi dari berkembangnya sektor otomotif ini.

Dengan meningkatkan TKDN, bisa ada peluang wirausaha baru di sektor komponen. TKDN juga bisa menjadi penguat di dalam pertahanan ekonomi nasional.

"Jadi kita coba tingkatkan terus paling tidak keunggulan-keunggulan dalam negeri kita bisa di tingkatkan," tambahnya. Sehingga tingkat ketergantungan dengan pihak luar semakin berkurang.

Baca Juga: Begini Jadinya Jika Lamborghini Memproduksi Sepeda Motor, Gahar!

Taufiek Bawazier memaparkan, ekosistem ini yang dibangun hampir 1,5 juta orang bekerja di sektor ini. Dia menggambarkan, tier satu hampir sekitar 550 perusahaan, yang menyerap menyerap tenaga kerja sekitar 200 ribu orang.

"Tier 2 dan 3 itu hampir 210 ribu orang," tutup Taufiek.