Berkat TUSS, Performa Yamaha Xmax Meningkat Dan Irit

Berkat TUSS, Performa Yamaha Xmax Meningkat dan Irit

KabarOto.com - Yamaha Xmax adalah skutik modern berkapasitas 250 cc, skutik bongsor ini kini memiliki torsi besar namun komsumsi bahan bakarnya jadi lebih irit. Tanpa modifikasi khusus dan perangkat alat tambahan, skutik bongsor ini jadi membuat rasa berkendara yang berbeda ketimbang standarnya.

Menggunakan metode Tune Up Semi Sport (TUSS) atau disebut sebagai TuneProvis, merupakan metode meningkatkan performa dan membuat irit bahan bakar menjadi sentuhan tunning khas yang dilakukan oleh bengkel Provis Autolab.

Bengkel yang terletak di Jalan W.R. Supratman No. 2, Ciputat Timur, Rengas, Kota Tangerang Selatan, sudah berpengalaman dalam melakukan metode TUSS ini. Beberapa motor lansiran pabrikan Jepang, Eropa, hingga Tiongkok pun pernah mendapatkan sentuhan TUSS.

Baca juga: The Bike Brothers, Hanya Jual Moge Surat Lengkap!

Yamaha Xmax yang sudah mendapatkan sentuhan TUSS

Stevanus Jasin selaku pemilik bengkel Provis Autolab mengatakan, "Cara kerja TUSS ini adalah melakukan penyempurnaan ruang bakar dan saluran suplai bahan bakar, seperti pada motor Yamaha Xmax ini. Hasilnya akan meningkatkan efisiensi kinerja mesin dan komsumsi bahan bakarnya lebih efisien."

TUSS ini juga menaikan torsi mesin lebih merata, sehingga dari putaran bawah, mesin sudah bertenaga. Upaya ini merupakan peningkatan kinerja mesin, melalui teknis mekanikal dengan membuka silinder head, dan menerapkan formula tuning TUSS. "Banyak yang bilang kalau TUSS itu porting and polish, sebenarnya ini bukan termasuk hal tersebut. Dikerjakan dengan formula khusus selama bertahun-tahun, awalnya pada mobil, kini kita sudah menerapkannya di sepeda motor," ujar Jasin.

Mesin Xmax ketika dalam proses pekerjaan TUSS

Klaim komsumsi bahan bakar lebih irit usai motor Yamaha Xmax dilakukan metode TUSS, KabarOto pun mencoba membuktikan klaim tersebut. Menggunakan informasi komsumsi bahan bakar pada layar MID, KabarOto mencoba membanding dengan Yamaha Xmax yang belum di TUSS. Rute yang ditempuh adalah perjalanan Bogor menuju Cianjur, dengan jarak tempuh sekali perjalanan mencapai 61,2 km.

Perjalanan menuju tujuan di Cianjur, melewati jalanan berkelok-kelok, jalan menanjak serta menurun, dan dibeberapa titik kondisinya macet. Seperti di daerah Cipayung-Megamendung, dan kawasan Cisarua-Taman Safari. Itu adalah tempat-tempat yang rawan macet, karena keluar masuk kendaraan dari pasar serta kawasan wisata.

Baca juga: Percaya Gak Kalo Ini Yamaha NMax?

Komsumsi bahan bakar 37,1 kpl untuk motor tanpa sentuhan metode TUSS
Komsumsi bahan bakar 44,0 kpl untuk motor dengan sentuhan metode TUSS

Menggunakan model motor dan rute yang sama, Xmax non TUSS mencetak angka 37,1 kpl sedangkan Xmax TUSS mencetak 44,0 kpl. Artinya motor yang sudah mengaplikasikan metode TUSS jauh lebih efisien, padahal saat berkendara tidak mengurangi dengan sengaja kecepatan dan bukaan gas-nya. Saat jalan menanjak, motor hasil garapan Provis ini seperti tidak kehilangan tenaga, diajak akselerasi pun dengan cepat motor ini meresponnya. Apalagi saat melakukan perjalanan tersebut, menggunakan bahan bakar beroktan rendah.

Efek TUSS ini memang berdampak pada hematnya anggaran pengeluaran untuk bahan bakar motor, "Motor yang sudah di TUSS membuka peluang pemilik motor menggunakan bahan bakar yang beroktan lebih rendah, dan tidak ada gejala ngelitik. Torsi kendaraan lebih baik, pemilik motor menikmati dua penghematan yaitu lebih irit dan murah," tambah Jasin.

Setelah TUSS bisa melanjutkan servis di bengkel resmi, tampilan mesin tetap standar dan tidak membuat kinerja mesinnya jadi terganggu, "Provis Autolab tidak melakukan modifikasi apapun terhadap mesin motor Xmax ini, tidak ada penambahan alat dan ECU tetap standar," pungkas Jasin.

Jasin juga menuturkan, TUSS ini membuat kualitas gas buang lebih bagus, suara mesin halus, dan oli mesin bersih karena pembakaran sempurna. "Torsi mesin dan daya mesin meningkat, dan akselerasi lebih baik," tutup Jasin.

Berminat? Biaya TUSS untuk Yamaha Xmax ini berkisar Rp 3 juta, biaya tersebut belum termasuk paking mesinnya dan komponen yang harus diganti.