Bimo Custombike Beberkan Cara Bikin Motor Modifikasi Nyaman

Bimo Custombike Beberkan Cara Bikin Motor Modifikasi Nyaman Motor modifikasi di Bimo Custombikes

KabarOto.com - Saat ini, banyak orang yang memiliki uang lebih dengan mudah meminta sebuah motor modifikasi sesuai dengan keinginannya. Demi memiliki motor impian terkadang tidak memerhatikan berbagai aspek. Yang terpenting, motor itu bagus, keren, dan tidak ada yang punya. Tanpa memikirkan keselamatan, kenyamanan saat dikendarai.

Menurut Bimo Hendrawan bike builder dari Bimo Custombikes, hal ini salah. Motor modifikasi itu harus nyaman, aman dan disesuaikan pada postur tubuh pemiliknya. "Kalau orangnya tinggi itu bisa bikin Chopper dan Bobber. Nah, kalau orangnya pendek jangan pakai setang tinggi," tambahnya.

Baca Juga: Suryanation Motorland Battle 2019 Seri 5 Berlangsung Di Surabaya

Kontes modifikasi

Bimo menjelaskan, konsumen yang datang kepadanya untuk membuat motor digunakan untuk akhir pekan, bukan motor harian. Namun motor tersebut lengkap, ada surat-suratnya yang bisa digunakan di jalan raya. "Kebanyakan yang datang ke saya mereka pakai untuk hari Sabtu dan Minggu. Untuk gaya hidup," terang Bimo di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (25/7).

Dia pun tidak pernah mendikte konsumen harus membuat motor seperti apa yang diinginkan. Konsumen yang datang sudah memiliki konsep dan tinggal ikuti apa yang diinginkan. "Paling ya disesuaikan saja dengan kenyamanan dan harus pas sama postur badan," tambahnya.

Bimo Hendrawan, pemilik Bimo Custombikes

Selama Pandemik Covid-19, Bimo Custom tidak terpengaruh pada kondisi tersebut. Karena konsumen yang sudah datang ke tempatnya jauh sebelum Covid-19 menyerang Indonesia. "Saya banyak kerja jangka panjang, kerjaan 6 bulan sampai 1 tahun, jadi aman," jelasnya.

Bengkel yang dimiliki Bimo bukan service dan ganti oli, satu tahun bisa mengerjakan 10 motor dan cukup aman selama Pandemik untuk membayar anak buahnya dan juga operasional.

Baca Juga: Industri Modifikasi Akan Ditempatkan Dalam Satu Kawasan

Bimo pun mengakui, jika pencinta modifikasi tidak terpatok pada harga yang ditawarkan oleh modifikator. Asal hasilnya bagus dan kualitas baik, maka konsumen pasti akan datang.

"Orang bikin motor suka-sukaan sama builder A dan B, mereka melihat kualitas bukan harga," tambahnya. Jadi, selama bagus harga tidak masalah. "Karena mereka bikin motor bukan untuk transportasi, tapi untuk kebanggaan," tutup mantan juri Suryanation Motorland ini.