Bolehkah Ganti Ban Mobil Dengan Beda Merek? Ini Penjelasannya

Bolehkah Ganti Ban Mobil dengan Beda Merek? Ini Penjelasannya Kipli, Auto2000

KabarOto.com - Terbentur alasan dana terbatas atau ingin mencoba ban yang lain, Sobat KabarOto mungkin pernah mengganti dengan ban beda merek, misalnya dari merek A ke merek B dengan pemakaian yang sama.

Menurut Nur Imansyah Tara selaku Aftersales Business Division Head Auto2000, setiap merek ban pasti berbeda performanya karena proses desain dan manufaktur yang berbeda.

"Ban SUV dan sedan, atau ban penumpang dan ban niaga tentu semua beda peruntukan. Belum lagi terkait material dan konstruksi ban yang tidak sama meskipun ukurannya sama persis karena terkait kebutuhan penggunaan ban," ujarnya Senin (14/02).

Ukuran tidak hanya menyangkut dimensi umum seperti lebar dan rasio tinggi ban. Ukuran di sini juga termasuk ukuran pelek, batas kecepatan maksimal, dan load index. Perhatikan pula jenis ban, apakah radial atau biasa, ban tubeless atau tubetype.

Baca juga: Musim Hujan, Tips Seputar Wiper Dan Pendukungnya

"Selain itu, pattern atau pola telapak ban, awam sering menyebutnya kembang ban, berbeda sedikit saja bakal mengganggu stabilitas saat mobil melaju. Perbedaan performa ban akan sangat terasa ketika kecepatan mobil cukup tinggi, seperti di jalan tol. Apalagi waktu melewati jalan dengan kondisi yang jelek, licin karena hujan, atau muatan mobil penuh," tegasnya.

Ia bilang, jenis kompon dan grip tiap merek ban kemungkinan besar berbeda. Alhasil, daya cengkeram ban yang digunakan akan berbeda. Mobil bakal sulit dikendalikan karena perbedaan karakter ban kiri dan kanan sehingga membahayakan.

Lebih jauh, ban dengan merek berbeda sebagain besar tidak sama performanya di jalan karena beda tipe dan peruntukan. Misalnya, produsen ban X mengeluarkan merek ban A dan ban B dengan ukuran yang sama namun berbeda jenis karena peruntukannya juga berbeda. Bisa dipastikan kinerja dan karakter ban A dan ban B tidak sama. Salah satu indikatornya, pola telapak ban keduanya berbeda disesuaikan kebutuhan aplikasinya.

Jika mau mengganti ban, sebaiknya berasal dari merek yang sama. Kalaupun tetap “memaksakan” ingin menggunakan ban yang beda merek, ganti ban yang sama dalam satu poros roda.

Baca juga: Simak Tips Menjaga Kebersihan Bodi Dan Mesin Mobil Saat Musim Hujan

"Misalnya, mobil menggunakan ban standar yakni ban A dari produsen ban X dan ternyata ban belakang kanan rusak. Dengan pertimbangan budget, kita mau mengganti kedua ban belakang dengan ban C dari produsen ban X karena harganya lebih terjangkau," jelasnya.

Asalkan ukurannya sama dan sesuai rekomendasi pabrikan mobil, pilihan ini menurutnya masih diperbolehkan. "Sepanjang ukuran dan peruntukannya sesuai serta berada di poros roda yang sama, yaitu antara poros roda depan atau belakang, masih diperbolehkan. Meskipun idealnya, seluruh as roda menggunakan ban yang sama guna memperoleh sinergi kinerja terbaiknya," tutup Iman.