Bukan Pemudik, Ini Penyebab Terminal Sukolilo Surabaya Ramai

Bukan Pemudik, Ini Penyebab Terminal Sukolilo Surabaya Ramai Ilustrasi terminal

KabarOto.com - Virus Corona atau Covid-19 masih mewabah di Indonesia. Walau kini masyarakat sudah bisa beraktivitas di luar rumah, diharapkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan demi meminimalisir penyebaran. Sejak Kamis, (4/6) nampak ratusan orang memadati Terminal Keputih, Sukolilo Surabaya.

Tenang saja, ratusan orang tersebut bukanlah bagian dari pemudik. Pemkot Surabaya bersama Badan Intelijen Negara (BIN) sengaja membuat rapid test dan swab massal, terminal Keputih menjadi salah satu titiknya.

Baca Juga: Percepat Tes Swab, BNPB Dan BIN Kirim Mobil Laboratorium Covid-19 Ke Surabaya

Rapid test dan swab massal memiliki kuota hingga 1.000 orang. Namun, demi meminimalisir antrean yang menimbulkan kerumunan, Pemkot Surabaya sudah menyediakan 200 kursi yang diatur sedemikian rupa dengan tetap memperhatikan physical distancing.

"Kita siapkan kursi sebanyak 200 buah, mereka harus duduk dulu menunggu antrean," kata Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Irvan Widyanto

Menurut Irvan, apabila warga belum mendapat kursi antrean, mereka bisa pulang dulu atau menunggu di luar. Namun, saat menunggu di luar mereka dilarang berkelompok atau bergerombol.

Baca Juga: Gaya Modifikasi Motor Yang Menjamur Di Surabaya

"Kita menyiagakan personil juga di luar untuk meminta mereka (warga) supaya menyebar dan tidak berkelompok," tambahnya.

Datang dari berbagai wilayah, layanan ini ternyata menarik antusias warga. Bagi warga yang datang dan ingin melakukan rapid test dan swab test massal hanya perlu menunjukkan kartu identitas.