Cara Polri Berikan Semangat Kepada Para Korban Kecelakaan Lalu Lintas

Cara Polri Berikan Semangat Kepada Para Korban Kecelakaan Lalu Lintas Ilustrasi sepeda motor Polisi (KO/Edo)

KabarOto.com - Kecelakaan lalu lintas di Jabodetabek pada tahun 2018, menyentuh angka 17.910 orang. Rata-rata korban kecelakaan masih dalam usia produktif, yakni 17-35 tahun, baik korban jiwa maupun cacat fisik.

Sebagai upaya menghimpun dan merangkul para korban kecelakaan lalu lintas, Korps Lalu Lintas Polisi Republik Indonesia (Korlantas Polri) mengadakan acara Retrospeksi Road Safety, pada hari Minggu (8/11).

Baca Juga: Test Drive Hyundai Kona - Merefleksikan Gaya Hidup Dan Modern

Dalam acara yang digelar di area kegiatan Car Free Day, Stadion Chandra Bhaga, Bekasi tersebut, Dir kamsel Korlantas Polri Brigjen Pol Chrysnanda DL mengatakan, kegiatan ini sebagai pemberi semangat bagi para korban kecelakaan lalu lintas.

"Serta membangkitkan kesadaran pengguna jalan lain, untuk selalu tertib peraturan menghindari terjadi kecelakaan lalu lintas," kata Chrysnanda saat ditemui KabarOto di sela acara.

Gandeng komunitas tingkatkan keselamatan

Acara ini juga menampilkan testimoni dari beberapa korban kecelakaan, baik dalam bentuk audio visual (Video Thriller), atau testimoni yang disampaikan diatas panggung.

Testimoni ini menggambarkan sebuah peristiwa kecelakaan, mulai dari pra kecelakaan lalu lintas hingga pasca kecelakaan lalu lintas.

"Berlalu lintas merupakan gerak pindah dari suatu tempat ke tempat lainnya. Lalu banyak cara yang bisa dilakukan, untuk mewujudkan zero accident," jelas Pria ramah tersebut.

Ia menambahkan, "Standar dalam pergerakan tersebut ada standar ideal waktu tempuh dengan jarak tempuh, serta standar kecepatannya. Standar kecepatan minimal maupun maksimal ini yang perlu dipahami dan kita atur sendiri".

Para korban kecelakaan diberikan santunan serta alat bantu

Penerapan keselamatan berkendara dan road safety ini, juga perlu kesadaran dan disiplin, serta saling menghormati pengendara lain, agar terhindar dari kecelakaan yang tak semestinya.

"Mestinya kita, pengendara punya Remote Hati, yang mampu mengontrol diri selama berkendara," imbuh Shinta, S.Pd, MSi Psikolog-Bunda Cinta Parenting Centre. Shinta juga menekankan pentingnya '4 P' agar meminimalisir kecelakaan yang tidak perlu.

Baca Juga: Penjualan Motor Bebek Dan Sport Terus Menurun, Honda Tetap Produksi

" 4 P tersebut adalah positif thingking, positif feeling, positif speaking serta positif acting," pungkas Shinta. Oleh sebab itu lalu lintas dituntut untuk aman, selamat, tertib, dan lancar.

Sebab, pelanggaran lalu lintas akan berdampak pada terjadinya kemacetan, kecelakaan atau masalah lalu lintas lainnya.