Catat, Begini Tanda Busi Mulai Bermasalah

Deni F Siahaan
Deni F Siahaan 10 Mar 2018 - 10:00
Catat, Begini Tanda Busi Mulai Bermasalah
Cara Merawat Busi Kendaraan (Deni/Kabaroto)

KabarOto.com - Busi merupakan komponen vital bagi sebuah kendaraan dengan mesin motor bakar, baik roda dua maupun empat. Makanya, ada cara untuk merawat busi supaya tetap dalam kondisi prima.

Pasalnya busi berfungsi untuk memercikkan bunga api di ruang pengapian, yang diperlukan untuk membakar campuran udara dan bahan bakar yang telah dikompresi.

Bisa dipastikan apabila ada yang tak sesuai, maka pengapian akan terkendala. Apalagi bila busi mati, bisa dipastikan kinerja mesin pasti enggak akan maksimal.

Baca juga: Tips Merawat Mobil Baru Supaya Tahan Lama

Sebenarnya, penggunaan busi baik di roda dua maupun empat memiliki fungsi yang sama. Namun yang membedakan adalah ketika terjadi kendala.

Misal untuk mesin 1 silinder, tentu ketika busi bermasalah akan langsung menyebabkan mesin mati, karena hanya ada satu titik pengapian dalam mesin.

Cara Merawat Busi
Cara Merawat Busi (Deni/Kabaroto)

Beda ketika pada mesin multi-silinder, misal pada mobil yang umumnya pakai 4 silinder. Jika hanya 1 yang bermasalah, maka permasalahan yang biasa ditemui adalah mesin biasanya akan menjadi pincang atau cenderung tersendat, namun masih tetap bisa menyala.

Seperti diungkapkan Komarudin, mekanik bengkel Sheila Motors di bilangan Pondok Gede, Jaktim mengungkapkan. "Busi itu tugasnya sebagai sistem pengapian pada kendaraan, busi juga berfungsi menjaga mesin selalu stabil. Selalu pastikan bahwa kondisi busi masih dalam keadaan prima tanpa masalah," ujarnya saat berbincang dengan Kabaroto.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Komar tersebut menjelaskan bahwa ada tiga ciri yang bisa dijadikan sebagai acuan untuk melakukan penggantian busi. Langkah pertama apabila sudah aus, kedua terdapat endapan karbon, dan ketiga adanya endapan lain.

Karena, Komar menambahkan bahwa busi yang kondisinya sudah berkerak di bagian ujungnya atau banyak kotoran, sudah sepatutnya diganti. Karena busi dengan kondisi seperti itu bisa bikin mesin jadi pincang, apalagi jika sampai mati.

"Kita sebagai pengguna kendaraan alangkah baiknya mengetahui tanda-tanda busi yang sudah tak layak pakai itu berdampak banyak bagi mesin, seperti menjadi pincang, brebet, kurangnya tenaga, mesin pun sering mati sendiri, sulit hidup dan tentunya akan membuat mesin jadi lebih boros, karena BBM tidak terbakar secara sempurna," tukasnya.

Nah untuk mencegahnya, para pemilik kendaraan disarankan untuk mengganti busi kurang lebih setiap 20.000 km, atau dilakukan pengecekan secara berkala di saat melakukan tune up. Oh iya, angka ini berubah untuk yang sudah memakai busi tipe iridium ya, pasti lebih panjang lagi.

Apabila kondisi busi masih baik, cukup dibersihkan agar pengapian tetap terjaga maksimal.

Editor : rio