CEO Baru Nissan Akan Perbaiki Hubungan Dengan Aliansi

CEO Baru Nissan akan Perbaiki Hubungan dengan Aliansi Nissan

KabarOto.com - Setelah Hiroto Saikawa mengundurkan diri sebagai Chief Executive Officer (CEO) Nissan Motor Co pada 16 September 2019 lalu, perusahaan otomotif multinasional asal Jepang itu akhirnya menunjuk CEO baru mereka, Makoto Uchida.

Pria kelahiran 53 tahun silam ini, bukan orang baru di Nissan. Ia telah bergabung sejak 16 tahun lalu. Sebelum ditunjuk sebagai CEO, ia telah menjabat sebagai kepala operasi di China sejak tahun 2018. Terkait jabatan barunya ini, ia efektif menjadi CEO per 2 Desember 2019 kemarin.

Baca Juga: Mudah Rusak, Segini Biaya Ganti Motor Fan Nissan March

"Ketika saya bergabung dengan Nissan pada tahun 2003, perusahaan ini menandai Hari Jadi ke-70. Saya telah berada di dunia bekerja sekitar lebih sepuluh tahun. Bagi saya, Nissan adalah perusahaan yang hebat," katanya.

Melalui jabatan barunya ini, Uchida diharapkan dapat mengembalikan Nissan ke kinerja semula sebagai perusahaan otomotif asal Jepang yang inovatif. Selain itu, Uchida juga diharapkan dapat memperkuat hubungan Nissan-Renault dan Mitsubishi, yang dalam beberapa bulan terakhir diisukan agak 'renggang' imbas dari kasus Carlos Ghosn.

Siapkan strategi khusus pulihkan nama Nissan

"Nissan telah menikmati pertumbuhan selama bertahun-tahun berkat Aliansi. Berdasarkan prinsip yang sama, saya bermaksud melanjutkan Aliansi kami sambil mempertahankan kemandirian Nissan," tuturnya.

Selain akan melakukan efisiensi dan restrukturisasi, agar Nissan dapat tumbuh dengan cepat, Uchida juga akan menghadirkan produk baru, teknologi baru, dan pengembangan Nissan Intelligent Mobility.

"Kami menempatkan pola pikir yang 'mengutamakan pelanggan' sebagai inti dari semua yang kami lakukan, dan itu sudah seharusnya. Untuk itu, kita akan mengembangkan model-model baru dan terus memberikan produk menarik dengan harga yang tepat," kata Uchida saat memberik keterangan pers di Yokohama.

Salah satu model yang kini tengah dikembangkan Nissan adalah Ariya Concept. Mobil itu terinspirasi dari Fairlady 240Z, yang merupakan terobosan di segmen mobil sport saat itu.

Baca Juga: Wih, Modifikasi Nissan 240SX Pakai Mesin V8

"50 tahun kemudian, dengan Ariya Concept, Nissan mengusulkan terobosan lain dalam bentuk yang baru, sebuah mobilitas masa depan yang melampaui kategori yang ada seperti EV atau SUV," pungkasnya.

Uchida menambahkan, "Saya ingin menjadikan Nissan perusahaan yang menetapkan tren masa depan mobilitas, dan tidak pernah berhenti berusaha mewujudkan masa depan itu," tutupnya.