Covid-19 Masih Mengancam, PSBB Transisi Di Jakarta Hingga 30 Juli 2020

Covid-19 Masih Mengancam, PSBB Transisi di Jakarta Hingga 30 Juli 2020

KabarOto.com - Provinsi DKI Jakarta kembali memperanjang masa Pembatasan Sosial berskala Besar (PSBB) sampai 30 Juli 2020. Perpanjangan tersebut diumumkan lagsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies baswedan.

“Kami memutuskan untuk memperpanjang fase pertama PSBB transisi selama dua pekan ke depan, sebelum beralih ke fase kedua," terang Anies, Kamis (16/7).

Perpanjangan PSBB transisi ini, untuk menekan laju penyebaran covid-19. Karena jumlah testing dan rasio positif, kesiapan fasilitas kesehatan, serta angka reproduksi penyebaran virus masih tinggi.

Baca Juga: Terus Diperpanjang, PSBB Tangerang Masih Berlaku Hingga 26 Juli

Dalam masa PSBB transisi ini, beberapa kegiatan yang sebelumnya dibatasi, mulai dilonggarkan. Seperti perkantoran, kegiatan di tempat ibadah, pusat perbelanjaan, sampai taman hiburan sudah dibuka. Namun, semuanya harus mematuhi sejumlah protokol kesehatan.

Suasana jalan di Jakarta saat PSBB

Anies mengatakan, pada lima minggu pertama PSBB masa transisi, angka rasio positif virus corona di bawah 5%. Namun pada pekan terakhir 9-15 Juli, rasio positif meningkat 5,9%.

Karena sesuai standar WHO idealnya rasio positif harus di bawah 5%. "Kita mesti lebih waspada, tapi angka 5,9 persen ini masih di bawah rata-rata nasional, yang jumlahnya mencapai 12%," jelasnya.

Angka reproduksi penyebaran virus Corona di Jakarta masih cukup tinggi. Anies memberikan informasi sampai 12 Juli kemarin ada di angka 1,15. "Dengan angka 1, artinya wabah ini stabil, tidak mengalami kenaikan, namun tidak juga mengalami penurunan,” tambahnya. Karena menurut Anies, semua berharap ini turun, lebih kecil.

Dia juga mengingatkan, untuk warga Jakarta tetap selalu waspada dengan penyebaraan virus Corona yang sangat cepat. Karena dalam satu minggu terakhir, 66% kasus positif di Jakarta, adalah mereka yang tidak memiliki gejala.

Baca Juga: Angka Makin Tinggi, Jokowi Ingin PSBB Lagi?

Sampai Kamis (16/7), kasus komulatif corona di Jakarta mencapai 15.477 kasus. Jumlah tersebut, sebanyak 9.855 dinyatakan telah sembuh, sedangkan 721 orang meninggal dunia.