Craig Jackson Dan Pennzoil Membangkitkan Kembali Ford Green Hornet

Craig Jackson dan Pennzoil Membangkitkan Kembali Ford Green Hornet

KabarOto.com - Meskipun Ford tengah mempersiapkan peluncuran Mustang Shelby GT500 model tahun 2020, Craig Jackson selaku CEO dari lelang Barret-Jackson dan salah satu merek pelumas Shell Pennzoil akan mengungkapkan prototipe Ford Mustang keluaran 1968 yang dibangkitkan kembali dalam ajang SEMA 2019.

Mobil warisan Shelby berusia 50 tahun yang dijuluki sebagai 'Green Hornet' ini tampil selama ajang SEMA 2019, prototipe Green Hornet bergaya notchback coupe ini merupakan hasil restorasi dari tim rumah lelang Barret-Jackson. Hanya diproduksi Ford Motor Company dan Carroll Shelby's Shelby American sebanyak 2 unit saja.

2 unit mobil Shelby yang diproduksi adalah Prototipe Shelby GT500 Green Hornet awalnya dibuat sebagai versi ‘California Special’, namun akhirnya menjadi platform untuk "inovasi dalam desain, kinerja dan penanganan".

Sedangkan unit kedua yang diproduksi adalah Mustang keluaran tahun 1967 yang dijuluki "Little Red", kedua mobil tersebut merupakan prototipe untuk pembuat mobil, kemudian berfungsi sebagai prototipe mobil balap legendaris.

Baca juga: Ford Mustang Shelby GT500 Menggendong Mesin Besar

Saat diluncurkan, Green Hornet hadir dengan warna eksterior Lime Gold dan menggunakannya sebagai testbed untuk program GT / Super Coupe, yang pada akhirnya akan berubah menjadi Mustang California Special.

Saat itu, beberapa teknologi baru mulai diujicobakan pada mobil ini sebelum membuatnya sebagai model produksi, diantaranya gril khusus yang mengakomodasi fog lamp Marchal, spin-and-click hood pins di kap yang berventilasi, spoiler decklid, dan lampu belakang Ford Thunderbird 1965.

Mobil ini dilengkapi dengan suspensi belakang independen, rem cakram di keempat roda dan sistem injeksi bahan bakar Conelec eksperimental. Semuanya itu merupakan ide-ide revolusioner di tahun 1960-an dan injeksi bahan bakar belum dipakai pada mobil secara umum sampai hampir dua dekade kemudian.

Ketika Ford telah menyelesaikan pengembangan prototipe Mustang keluaran tahun 1968 itu, Ford memberikannya ke Shelby American, yang saat itu berlokasi di Ionia, Michigan, Amerika Serikat. Saat itu, namanya adalah Mustang EXP-500 dan salah satu insinyurnya mewarnai eksterior mobil itu dengan warna gold-luster green lacquer dengan tambahan serpihan warna metalik emas.

Saat itu, Shelby American melakukan sejumlah pengembangan dengan menghilangkan mesin V8 big block 390 cubic inch dengan mesin V8 big block 428 CJ dengan sistem injeksi Conelec yang dirancang sendiri dan terhubung dengan transmisi otomatis 6 percepatan.

Baca juga: Tuner Jepang Liberty Walk Rombak Ford Mustang Jadi Makin Gambot

Nama dari Green Hornet diberikan oleh salah satu rekan dari perusahaan Shelby, Bill Cosby. Beliau menamakannya saat melihat mobil ini dengan warna eksterior Lime Gold dan menamainya Green Hornet karena terinspirasi dari Cosby, karakter pahlawan super favoritnya yang ada dalam animasi "Fat Albert."

Walaupun Barrett-Jackson tidak banyak bicara tentang mobil tersebut, Hemmings menulis tentang hal itu lebih dari satu dekade yang lalu.

Setelah pengujian selesai, sebagian besar dari fitur-fitur inovatif yang terpasang dicopot dan dikirim ke Ford Employee and Auction Resale Lot. Dan akhirnya dibeli oleh Robert Zdanowski dan dijual ke Don Darrow yang memiliki dealer Ford di Cheboygan, Michigan.

Mobil ini akhirnya direstorasi pada tahun 1993, dan sekarang telah menjalani restorasi kedua sepanjang hidupnya, setelah mobil ini dijuluki sebagai Green Hornet, Craig Jackson membeli mobil pada tahun 2003 dan menyerahkannya kepada Jason Billups pada awal 2018 untuk direstorasi frame-off ke spesifikasi Shelby.

Hingga akhirnya mobil ini akan dipajang dalam SEMA 2019 dan memanjakan pengunjung yang melihatnya.

Sayangnya, 'Green Hornet' tidak menampilkan spesifikasi yang buas seperti Mustang Ringbrothers Unkl, meskipun tenaga yang dihasilkan sangat fantastis pada zamannya. Mobil ini dapat berakselerasi dari kecepatan 0 ke 100 kpj dalam waktu 5,7 detik, insinyur Ford saat itu juga pernah mencoba berakselerasi dengan mobil ini dan meraih kecepatan tertinggi 252 kpj saat dites di Romeo Proving Grounds. (Nora Dian Pratama)

Berita Terkait

Berita Terkait