Dampak Kenaikan BBM Di Indonesia, Begini Penjelasan Gaikindo

Dampak Kenaikan BBM di Indonesia, Begini Penjelasan Gaikindo Ilustrasi (Kipli/KabarOto)

KabarOto.com - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia berdapkan kepada semua kalangan masyarakat, termasuk dunia industri. Otomatis, semua harga barang dan jasa pun menjadi naik akibat kebijakan pemerintah terbaru tersebut.

Menanggapi hal itu, beberapa ahli mengemukakan pendapatnya di forum diskusi bersama Forum Wartawan Otomotif (Forwot). Narasumber yang hadir diantaranya adalah Kukuh Kumara selaku Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Esther Sri Astuti selaku Program Director Indef dan Hari Budianto selaku Sekretaris Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI).

Baca juga: Penjualan Terbanyak, Pemerintah Anggap Saatnya Masyarakat Beralih Ke Kendaraan Listrik

"Dunia usaha saat ini sedang memulihkan kapasitas produksi dan melakukan investasi pengembangan bisnis. Ramalan GO, tahun 2022, penjualan kendaraan tetap dapat melampaui 900 ribu unit," ujar Kukuh Kumara.

Ia pun menambahkan, bahwa pemerintah sedang gencar melakukan swasembada kendaraan bermotor. Industri ini membangkitkan mata rantai industri komponen pendukungnya seperti ban dan pendukung lainnya.

Baca juga: Meningkat 30 Persen, GIIAS 2022 Dapat Apresiasi Dari Kemenperin

"Hasilnya, lebih dari 1.000 perusahaan termasuk UMKM dengan total lebih dari 1,5 juta karyawan yang bekerja di sektor otomotif dalam negeri bisa dipertahankan," ujarnya.

Kukuh mengatakan, sektor industri kendaraan bermotor merupakan salah satu barometer ekonomi nasional dan menjadi salah satu primadona ekspor non migas. Sehingga Indonesia bisa menjadi bagian dari rantai pemasok global.

Hal tersebut, menurutnya bisa terjadi dari seluruh pemangku kepentingan, yang diperlukan untuk membuat industri otomotif dalam negeri bisa menarik investor yang terus tumbuh dalam jangka panjang.