KabarOto.com - General maintenance atau servis berkala kendaraan umumnya identik dengan penggantian oli mesin, filter, atau kampas rem yang lazim disebut fast moving parts. Terlepas dari komponen yang memiliki jadwal servis rutin, terdapat sejumlah suku cadang non-maintenance yang tak kalah penting untuk diperhatikan.
"Kerusakan mobil juga terkadang tidak terjadi secara mendadak. Banyak kasus menunjukkan, gangguan besar justru diawali gejala ringan yang kerap diabaikan, misalnya bunyi tidak normal, getaran berlebih, atau munculnya rembesan cairan," kata Ibnu Fajar dari bengkel spesialis mobil Korea di kawasan BSD, Tangerang Selatan.
Baca Juga: Kata Siapa Moge Enggak Bisa Dipakai untuk Harian? Simak Tips Ini

“Komponen non-maintenance memang tidak memiliki interval penggantian tetap. Tetapi umumnya memberikan tanda sebelum benar-benar rusak. Jika gejala ini ditangani lebih awal, kerusakan lanjutan bisa dicegah dan biaya perbaikan tetap terkendali,” lanjutnya.
Ia tak menyarankan dengan patokan berdasarkan Kilometer, melainkan kondisi aktual di lapangan. "Berbeda dengan komponen fast moving yang memiliki jadwal penggantian jelas, komponen non-maintenance diganti berdasarkan kondisi aktual. Umur pakainya sangat dipengaruhi gaya berkendara, kondisi jalan, serta faktor usia material.
Beberapa komponen yang perlu menjadi perhatian antara lain engine mounting. Komponen ini berfungsi meredam getaran mesin agar tidak diteruskan ke kabin. Jika mulai aus, getaran mesin akan terasa lebih kuat, terutama saat idle atau perpindahan gigi," bebernya.
Selain itu, komponen kaki-kaki seperti lower arm, ball joint, dan tie rod juga patut diwaspadai. Tanda awal keausan biasanya berupa bunyi saat melintasi jalan tidak rata, setir terasa kurang presisi, hingga keausan ban yang tidak merata.
Baca Juga: Tips Memosisikan Wiper Saat Mencuci Kaca Mobil, Bisa Dicoba di Rumah

Wheel bearing juga termasuk komponen yang kerap luput dari perhatian. Kerusakan biasanya ditandai bunyi dengung yang meningkat seiring kecepatan kendaraan. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memengaruhi stabilitas dan kenyamanan berkendara.
Pada kendaraan berpenggerak roda depan, drive shaft menjadi komponen penting lainnya. Bunyi “tek-tek” saat berbelok atau getaran ketika akselerasi bisa menjadi indikasi awal keausan. Kondisi boot pelindung drive shaft juga harus dipastikan tidak sobek agar pelumasan tetap optimal.
Ia juga menyoroti kondisi slang (hose) kendaraan yang sering terabaikan, padahal bekerja dalam tekanan dan suhu tinggi. Selang radiator misalnya, dapat mengeras, menggembung, atau retak seiring usia pemakaian. Jika sampai bocor, risiko overheat dapat terjadi secara tiba-tiba.
“Slang yang sudah menunjukkan tanda penuaan sebaiknya diganti sebelum bocor. Tindakan preventif jauh lebih aman dibanding menunggu hingga terjadi kerusakan,” katanya. Hal serupa berlaku pada selang sistem AC maupun power steering hidrolik. Kebocoran dapat menyebabkan performa pendinginan menurun atau setir terasa lebih berat.

