Dibangun Untuk Keperluan Ekspor Mobil, Pelabuhan Patimban Resmi Beroperasi Besok

Dibangun Untuk Keperluan Ekspor Mobil, Pelabuhan Patimban Resmi Beroperasi Besok Ilustrasi ekspor kendaraan roda empat

KabarOto.com – Pelabuhan Internasional Patimban di Subang, Jawa Barat resmi beroperasi pada hari ini (20/12). Pelabuhan terbesar di Indonesia ini dibangun untuk keperluan ekspor mobil.

Melansir keterangan resminya, Dirjen Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo mengatakan, “Pembangunan car terminal Pelabuhan Internasional Patimban telah selesai dan siap dioperasikan secara terbatas.”

Ekspor perdana di Pelabuhan Patimban akan dilakukan bersamaan dengan acara peresmiannya. Tercatat, 140 unit mobil akan di ekspor ke Brunei Darussalam menggunakan kapal MV. Suzuka Express milik PT Toyofuji Shipping Co.,Ltd.

Baca Juga : Agar Tetap Terawat Hadapi Pandemi, UD Trucks Perpanjang Garansi Dan Servis

Pelabuhan Patimban diharapkan akan menghidupkan dan meningkatkan aktivitas ekonomi nasional pada umumnya, dan perekonomian masyarakat sekitar.

Secara keseluruhan, Pelabuhan Patimban memiliki luas 654 hektare dengan rincian 300 hektare untuk terminal peti kemas dan terminal kendaraan serta 354 hektare akan digunakan untuk back up area berisi peprgudangan, perkantoran, pengelolaan, dan area bisnis.

Sebagai informasi, Pelabuhan Patimban akan melayani jenis muatan Peti Kemas dan Kendaraan Bermotor (Car Terminal) yang diangkut menggunakan kapal-kapal berukuran besar. Car Terminal ini nantinya memiliki kapasitas tampung hingga 600 ribu kendaraan per tahun pada kondisi sudah selesai seluruhnya.

Baca Juga : Grab Akan Gunakan 26.000 Kendaraan Listrik Di Indonesia

Pembangunan Pelabuhan Patimban akan dilakukan dalam 3 tahap. Tahap 1 fase 1 diselesaikan pada bulan November 2020 yang mampu menampung 218.000 kendaraan untuk terminal kendaraan dan 250.000 TEUs (twenty feet equivalent unit, peti kemas ukuran 20 kaki) untuk terminal peti kemas.

Tahap selanjutnya, tahap 1 fase 2 dijadwalkan tahun 2021-2023 dengan menjangkau kapasitas maksimum hingga 600.000 kendaraan dan kontainer sejumlah 3,75 juta TEUs.

Kemudian tahap 2 dan tahap 3 akan dilakukan pada 2024-2027 untuk membangun terminal peti kemas hingga mencapai kapasitas maksimal yaitu di atas 7 juta TEUs. Jika dibandingkan dengan Pelayanan arus bongkar muat peti kemas di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok pada tahun 2018, layanan tersebut mencapai 7,5 juta TEUs.