Dilema Pilih Mobil Hybrid Maupun Listrik di Tahun 2026? Simak Penjelasannya
Meminang mobil listrik atau hybrid perlu pertimbangan matang. (Foto: KabarOto)
KabarOto.com - Pilihan kendaraan ramah lingkungan semakin beragam. Kendaraan listrik dan hybrid kini ikut meramaikan persaingan pasar otomotif Indonesia, bahkan global.
Bagi banyak orang, memilih antara mobil listrik yang sepenuhnya bergantung pada baterai atau mobil hybrid yang menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik bisa jadi membingungkan.
Keunggulan dan Kekurangan Mobil Listrik
Mobil listrik sepenuhnya bergantung pada baterai untuk sumber tenaganya. Kendaraan jenis ini tidak memerlukan bahan bakar seperti bensin atau solar. Karena tidak menghasilkan emisi dari pipa knalpot, mobil listrik dianggap lebih ramah lingkungan.
Baca Juga: Pilihan Mobil Hybrid HEV dan PHEV 2025

"Keuntungan utama EV adalah tidak adanya emisi lokal yang mencemari udara. Ini sangat bermanfaat di kota-kota besar yang sering menghadapi masalah polusi udara. Selain itu, mobil listrik biasanya memiliki lebih sedikit komponen yang bergerak dibandingkan dengan mobil bermesin konvensional, sehingga perawatannya lebih sederhana dan akselerasinya cenderung lebih cepat," kata Kurniawan Prasetyo selaku salah satu teknisi Auto2000 Astra Biz Center, BSD City, Tangerang.
Namun, salah satu tantangan mobil listrik adalah keterbatasan jarak tempuh, terutama jika stasiun pengisian daya tidak mudah ditemukan.
Baterainya juga cenderung besar dan berat jika dibandingkan dengan tipe hybrid yang memiliki baterai lebih kecil dan ringan, meski beberapa produsen kelas premium sudah mengklaim jarak tempuh diatas 900 km dalam sekali pengisian daya penuh. Sebagian besar pabrikan mobil menawarkan garansi panjang pada baterai, biasanya sekitar 8-10 tahun atau hingga 160.000 kilometer.
Kelebihan dan Kekurangan Mobil Hybrid
Hal tersebut berbeda dengan mobil hybrid yang menggabungkan mesin konvensional dengan motor listrik. Ini memungkinkan pengemudi menggunakan bahan bakar secara lebih efisien, karena motor listrik dapat membantu mengurangi penggunaan bensin, terutama saat kendaraan melaju dalam kecepatan rendah atau sedang. Mobil hybrid juga bisa menangkap energi yang dihasilkan saat pengereman dan menggunakannya kembali.
Baca Juga: Profil All-new Suzuki Grand Vitara Hybrid, Harga Rp416 Jutaan

Dibandingkan dengan mobil listrik, baterai pada mobil hybrid lebih kecil. "Namun, mobil hybrid masih menghasilkan emisi karena menggunakan bahan bakar fosil. Di sisi lain, plug-in hybrid (PHEV) memberikan lebih banyak fleksibilitas karena baterainya bisa diisi ulang melalui port pengisian daya, memungkinkan mobil berjalan lebih jauh dengan mode listrik sebelum perlu menggunakan bensin," sambungnya.
Mobil hybrid sering dianggap sebagai opsi transisi yang baik bagi mereka yang tertarik pada mobil listrik tetapi belum siap beralih sepenuhnya. Bagi yang sering berkendara jarak jauh atau tinggal di tempat yang tidak banyak stasiun pengisian daya, hybrid bisa menjadi pilihan yang lebih praktis.
Sebaliknya, jika sudah siap beralih ke kendaraan ramah lingkungan dan memiliki akses ke infrastruktur pengisian daya yang memadai, mobil listrik bisa menjadi pilihan yang lebih berkelanjutan.
Dengan semakin banyaknya pilihan di pasar, baik mobil listrik maupun hybrid menawarkan keuntungan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan pengemudi.
Tags:
#Plug-in Hybrid Vehicles #Mobil Hybrid Indonesia #Mobil Listrik Indonesia