Fabio Quartararo Gagal Raih Podium Di Aragon, Ini Sebabnya

Fabio Quartararo Gagal Raih Podium di  Aragon, Ini Sebabnya Sumber Foto : MotoGP

KabarOto.com – Pembalap tim Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo hanya mampu finis posisi ke-8 di MotoGP Aragon 2021.

Sang pemimpin klasemen MotoGP musim ini mengakui pada sesi latihan bebas dan kualiikasi sudah mengakui bahwa dirinya tidak memiliki kecepatan untuk bersaing di Sirkuit MotorLand Aragon, Spanyol. Tetapi, El Diablo lebih percaya diri usai latihan sebelum balapan. Namun, dari awal balapan 23 lap di Aragon, dirinya terus kehilangan posisi dan gagal bersaing di barisan depan.

Baca juga: Finis Urutan 18 Di Aragon, Maverick Vinales Ungkap Perbedaan Motor

“Jadi, sejak awal balapan bagian belakang motor saya tidak bekerja dengan baik. Saya pn terus turun posisi. Satu-satunya hal positif hari ini (Minggu) adalah saya bisa tetap mempertahankan posisi. Saya juga tidak menyerah untuk memberikan posisi saya ke rival,” ungkap Fabio Quartararo.

Pada akhirnya, Quartararo sempat berduel dengan Jorge Martin (Pramac Racing) yang berhasil memperebutkan peringkat ke-8. Tentu, hasil tersebut sangat jauh bagi sang pemimpin klasemen tersebut.

Selain itu, dua pesaing terdekatnya yaitu Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo) dan Joan Mir (Suzuki Ecstar) mampu meraih podium, membuat jarak poin makin terpangkas. Kini, jarak Quartararo dengan Bagnaia hanya 53 poin dan 57 poin dengan Mir. Walaupun masih memiliki gap yang terbilang cukup aman, pembalap bernomor 20 itu tidak menganggapnya sebagai bencana.

Baca juga: MotoGP Aragon 2021: Francesco Bagnaia Kalahkan Marc Marquez

Quartararo tidak memiliki feeling saat balapan

“Saya merasa ada sesuatu yang berbeda saat balapan. Pada musim 2019, semuanya normal kecuali masalah ban depan. Tetapi, saya tidak tahu apa yang terjadi. Dari lap pertama seperinya ban belakang saya tidak bekerja dengan baik,” lanjut Quartararo.

Selama balapan, Quartararo mengatakan penyebab utama pada GP Aragon lalu pada ban belakang. Ia menambahahkan tidak memiliki grip yang baik selama balapan berlangsung. Dan, membuat fakta bahwa Aragon menjadi sirkuit yang sulit baginya.

“Saya tidak terlalu ingin menyalahkan ban, namun feeling saya saat balapan tidak seperti balapan sebelumnya. Jadi, dari lap awal saya tidak memiliki grip dan traksi yang baik jadi saya tidak bisa tampil maksimal,” tutup pembalap berusia 22 tahun itu.