Finis Urutan 18 Di Aragon, Maverick Vinales Ungkap Perbedaan Motor

Finis Urutan 18 di Aragon, Maverick Vinales Ungkap Perbedaan Motor Sumber Foto : MotoGP

KabarOto.com – Usai finis ke-18 bersama tim barunya, Aprilia Racing di MotoGP Aragon, Spanyol. Kini Maverick Vinales ungkap perbedaan RS-GP dengan Yamaha YZR-M1.

Sebelum balapan, Vinales telah mengikuti tes tertutup selama dua hari di Misano, Italia. Belum beradaptasi dengan baik pada RS-GP. Menurut Top Gun julukan bagi Vinales, ia tidak memasang target besar dan hanya fokus untuk mencari posisi berkendara di motor barunya tersebut.

Baca juga: MotoGP Aragon 2021: Francesco Bagnaia Kalahkan Marc Marquez

Vinales senang bisa catat waktu lap yang konsisten

Pada balapan akhir pekan lalu tentu saja terlihat, Vinales kesulitan untuk bersaing dengan para rivalnya. Meskipun saat sesi latihan bebas dirinya mampu meraih waktu yang cukup bagus.

Pembalap bernomor 12 itu juga masih harus mempelajari banyak hal tentang RS-GP jika ingin melaju cepat seperti rekan barunya, Aleix Espargaro yang mampu finis keempat di Aragon. Walaupun begitu, Vinales cukup senang bisa menyelesaikan balapan dan catatan waktunya cukup konsisten.

“Saya tidak berada di zona nyaman lagi, itu tantangan terbesarnya. Hasilnya memang berbeda, tapi bagi kami situasinya berjalan sesuai harapan. Kami bisa bekerja dengan baik dan saling mengerti satu sama lain. Tentu saja, saya lebih senang finis di posisi yang lebih baik pada balapan pertama bersama tim baru, tapi rasanya itu tidak adil. Dengan begitu, saya harus lebih bekerja keras dan ada saatnya di mana kami membuat langkah besar,” ungkap Maverick Vinales.

Baca juga: MotoGP Malaysia 2021 Resmi Dibatalkan, Misano Siap Gelar Double-Header

Vinales akan mempelajari RS-GP lebih dalam bersama Aleix Espargaro

Sejak melakoni debutnya di kelas utama pada 2015 lalu, kala itu bersama Suzuki yang masih menggunakan konfigurasi mesin empat silinder segaris. Begitu juga dengan Yamaha yang memiliki konfigurasi yang sama.

Tentu, dengan menjajal Aprilia dengan konfigurasi mesin V4 tentu menjadi tugas Vinales untuk beradaptasi dan mempelajari karakter mesin V4 yang lebih agresif.

“Saya akui, motor Aprilia memang lebih sulit untuk dikendarai. Tetapi, saya tidak memiliki masalah dengan itu. Perbedaan besar ada di pengereman, saya harus memompa sedikit lebih banyak pada motor ini. Dan, kondisi fisik juga lebih terkuras saat mengendarai RS-GP. Saya juga harus menemukan pengaturan motor yang berbeda agar bisa tampil lebih cepat dan meraih waktu terbaik,” tutup Vinales.