Federal Mobil Perkenalkan Pelumas Standar Euro 4 Kepada Komunitas

Federal Mobil Perkenalkan Pelumas Standar Euro 4 kepada Komunitas Rextron full synthetic 10W-40.

KabarOto.com - Federal Mobil Lubricants menggandeng komunitas yang tergabung dalam Federal Mobil Community untuk memperkenalkan pelumas baru yang sudah memenuhi standar emisi Euro 4. Federal Mobil juga mengajak komunitas melihat dari dekat proses produksi pelumas yang sudah menggunakan teknologi modern.

Rextron full synthetic 10W-40, Rextron full synthetic 5W-40, dan Deltron synthetic 15W-40 untuk mesin diesel merupakan produk baru yang sudah memiliki formula khusus.

Baca Juga: Federal Mobil Lubricants Akan Suport Komunitas yang Ingin Mengadakan Kegiatan

Pelumas ini dibuat khusus untuk mendukung program pemerintah yang akan menerapkan standar emisi Euro 4 untuk mengurangi polusi akibat gas buang kendaraan bermotor.

Caption

Patrick Adhiatmadja, Presiden Direktur MPM Lubricants mengatakan, Tim R&D Federal Mobil Lubricant sudah menyiapkan formulasi khusus untuk mobil-mobil modern yang mesinnya sudah memenuhi standard Euro 4. "Kami siap untuk mendukung program pemerintah untuk Euro 4. "Produk-produk kami lengkap dan sudah bisa digunakan oleh konsumen," terang Patrick, di Cilegon, Banten.

Baca Juga: Federal Mobil Lubricants Dukung Pemerintah untuk Standar Emisi Euro 4

Federal Mobil Lubricants selalu berinovasi untuk menciptakan produk dengan terobosan terbaru, desain oli mobil dengan API SN yang sudah dimiliki oleh Federal Mobil Lubricants, telah melengkapi varian produk bensin untuk dapat memenuhi standar emisi Euro 4 yang akan segera ditetapkan pemerintah dalam waktu dekat di tahun 2018 ini.

Patrick Adhiatmadja, Presiden Direktur MPM Lubricants bersama member TACI.

Selain itu, semua produk-produk Federal Mobil Lubricants sudah bersertifikasi SNI, menjadikannya produk yang ramah lingkungan dan juga ramah bagi konsumen.

"Federal Mobil Lubricants telah siap mendukung program pemerintah dalam menurunkan kadar emisi gas buang untuk lingkungan hidup yang lebih baik di Indonesia," tutup Patrick.