First Drive, Menggeber Sport Car Toyota GR Supra Di Trek Balap

First Drive, Menggeber Sport Car Toyota GR Supra di Trek Balap Foto: Kipli/Edo

KabarOto.com - Sejak diluncurkan di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 pertengahan tahun lalu, antusias masyarakat dan calon pembeli sport car Toyota GR Supra membludak.

Maklum saja, rival abadi Nissan Skyline dari keluarga GT-R tersebut baru muncul beberapa belas tahun sejak mati suri.

Ketika dapat undangan di acara Toyota Sport Car Media Experience pada hari Rabu (20/11), KabarOto pun tak pikir panjang langsung tancap gas ke sirkuit Sentul, Jawa Barat untuk menjajal sendiri performa reinkarasi dari Toyota Supra MKIV itu.

KabarOto langsung duduk di kokpit mobil hasil kerjasama dengan BMW tersebut. Kesan kokpit pesawat tempur terdapat pada generasi sebelumnya sirna, digantikan dengan instrumen dan tombol-tombol yang terlihat canggih. Karena mayoritas fitur sudah diatur oleh perangkat elektronik ala BMW.

Keluar dari pit, langsung tancap gas melahap 1 putaran sirkuit dengan mode berkendara Sport. Melibas tikungan pertama (R1), Kesan pertama yang terasa adalah mobil ini lebih jinak dibanding pendahulunya.

Terasa lebih stabil karena distribusi bobot di angka 50:50, berkat dominasi penggunaan material aluminium pada pintu dan sasis serta mesin dibuat lebih mundur.

Toyota memang sengaja membuat agar siapapun yang mengemudikan GR Supra, terasa seperti mobil dengan mid engine sehingga lebih stabil, seperti tagline-nya yakni 'Supreme Fun To Drive'.

Mesin berkode B58 yang dikembangkan pabrikan asal Jerman tersebut, punya akselerasi yang relatif mudah dikendalikan dengan kemudi yang sedikit terasa rigid agar lebih stabil.

Baca Juga: Profil - Toyota GR Supra

Masuk ke tikungan 'S besar' dengan kecepatan 90 kpj, mobil tak mengalami gejala body roll yang berarti namun sedikit terasa understeer.

Mungkin hal tersebut dikarenakan beberapa Electronic Control System sengaja diaktifkan membantu pengemudi, agar tak kehilangan kendali akibat hilangnya traksi atau daya cengkeram ban ke aspal.

Raungan mesin terasa lebih keras pada mode Sport ketimbang mode lainnya, wajar saja karena mesin 6 silinder segaris dengan fitur twin-scroll turbocharger itu langsung memuntahkan tenaga sebesar 340 dk dengan torsi sebesar 500 Nm.

Kerennya, tiap pergantian gear pada transmisi ZF otomatis 8 percepatan itu, suara crackle atau letupan-letupan kecil membuat raungan mesin jadi lebih sangar.

Standar mobil yang dibanderol hampir Rp 2 miliar ini mampu dipacu hingga kecepatan maksimum 250 kpj yang dibatasi oleh perangkat elektronik.

Tentu saja jika Sobat KabarOto meminangnya, hal tersebut dapat ditingkatkan lagi dalam segi performa.

Menghentikan laju mobil, tak perlu khawatir karena keempat rodanya sudah dilengkapi pengereman dari Brembo sehingga performa dijamin ciamik.

Bagaimana Sobat KabarOto? Berminat dengan mobil yang mampu mencetak kecepatan 0-100 kpj di angka 4,3 detik ini?

Nantikan review jangka panjangnya di KabarOto ya!