Gaikindo Ingin Indonesia Punya Pabrik Chip Semikonduktor

Gaikindo Ingin Indonesia Punya Pabrik Chip Semikonduktor Pabrik pembuatan komponen mobil menggunakan chip semikonduktor (Foto: Foto: picture-alliance/dpa/D. Karmann)

KabarOto.com - Krisis chip semikonduktor, membuat produksi kendaraan bermotor di seluruh dunia, termasuk Indonesia menjadi tersendat. Langkanya komponen kecil ini, terjadi setelah Covid-19 mulai merebak di seluruh negara.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menganggap, seandainya pabrik chip semikonduktor ada di Indonesia, tentu tidak akan mengalami gangguan produksi.

Baca Juga: Pengiriman New Honda BR-V Ke Konsumen Terkendala Krisis Chip Semikonduktor

"Kita terpengaruh juga. Karena sekarang nggak ada satu pun mobil yang nggak pakai chip semikonduktor," terang Kukuh di ICE, BSD, Tangerang, belum lama ini. Menurutnya, hanya seberapa detail, semakin banyak detail semakin banyak juga semikonduktornya.

Krisis chip semikonduktor berpengaruh pada produksi mobil di Indonesia

"Jadi itu wilayahnya stake holder lain ya, bagaimana memikirkan masalah itu," terangnya. Gaikindo, menurut dia sudah berbicara mengenai masalah ini. "Kenapa nggak dari dulu kita kembangkan semikonduktor di sini," terangnya.

Ia menegaskan, jika negara lain bisa kenapa Indonesia tidak. "Kenapa kita nggak bisa? Malaysia juga punya kan, Taiwan juga bisa," tambah Kukuh lagi.

Indonesia menurut dia, harus mengembangkan kemampuan di bidang produksi chip semikonduktor ini, agar tak tergantung dengan negara lain.

"Kan semuanya hilirisasi. Jadi harus kita siapkan. Kalau kemudian tergantung berat juga. Paling enggak kita bisa bikin," tegasnya. Untuk diketahui, Banyak model-model mobil yang terhenti produksinya karena masalah krisis ini.

Baca Juga: Langkanya Chip Semikonduktor Tak Pengaruh Ke Produksi Mobil Di Indonesia

Chip semikonduktor berfungsi untuk mendukung kelistrikan dalam sebuah kendaraan. Contoh sistem panel instrumen digital, atau sistem keyless.