Gaikindo: Penjualan Mobil Saat Pandemik Covid-19 Cukup Berat

Gaikindo: Penjualan Mobil Saat Pandemik Covid-19 Cukup Berat

KabarOto.com - Hampir seluruh negara di dunia terdampak Covid-19. Semua industri terpuruk, termasuk otomotif, karena demand atau permintaan konsumen untuk membeli mobil baru sangat sedikit.

Mereka lebih memilih menggunakan uang untuk memenuhi kebutuhan pangan, sementara sandang dan papan menjadi bukan prioritas.

Namun setelah Covid-19 mulai mewabah dan terdampak di seluruh negara, Januari sampai April menurun. "Terparah Mei, produksi dan penjualan domestik menurun," terangnya. Namun setelah Mei tepatnya Juni mulai ada peningkatan.

Baca Juga: Penjualan Otomotif Masih Lambat, Menperin Bebaskan Pajak Mobil Baru

Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo Kukuh Kumara mengatakan, setelah Covid-19 benar-benar menurunkan penjualan, Gaikindo pun merevisi target penjualan yang semula mencapai hampir satu juta. "Kami prediksi Juli ternyata berkepanjangan, revisi 600.000 unit," terangnya.

Perkembangan penjualan menurun cukup berat. Biasanya menurut dia, anggota Gaikindo mencatatkan penjualan sekitar 100 ribuan unit per bulan, sekarang hanya 3500 unit per bulan.

Namun, di tengah merosotnya penjualan, masih ada sisi baiknya, meski sulit mobil-mobil CBU bisa di ekspor.

"Saat yang sama, impor CBU juga cukup baik, Indonesia menjadi negara swasebada untuk kendaraan roda empat,” terangnya.

Tantangan yang dihadapi saat ini oleh Gaikindo adalah mengarah kepada ketentuan baru, Indonesia komitmen menurunkan emisi gas buang. Setelah itu juga mengarah kepada Peraturan pemerintah yang mengarah pada pembebasan pajak untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

Baca Juga: Mobil Baru Di Indonesia Bebas Pajak, Ini Tanggapan BMW Dan Toyota

Gaikindo menyatakan, relaksasi berupa pembebasan pajak mobil baru ini segera direalisasikan, agar penjualan terdongkak, karena harga mobil tentu akan lebih murah dan bisa menjangkau masyarakat Indonesia.