KabarOto.com - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri resmi mematangkan strategi pengamanan arus mudik Lebaran 2026 (Idulfitri 1447 H). Langkah ini diambil guna mengantisipasi proyeksi lonjakan pergerakan kendaraan yang mencapai 3,5 juta unit dari area Jakarta dan sekitarnya.
Dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral yang digelar di Auditorium PTIK, Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., membeberkan bahwa Operasi Ketupat 2026 akan mengusung tagline 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia.'
Baca Juga: Korlantas Gunakan Sensor Radar untuk Tentukan Jadwal One Way dan Contraflow Mudik Lebaran 2026
Selain itu, Irjen Pol Agus juga menekankan bahwa Operasi Ketupat tahun ini tidak hanya fokus pada kelancaran arus kendaraan di jalan raya, tetapi juga stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
"Operasi Ketupat bukan hanya operasi lalu lintas. Negara hadir memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman sekaligus menjaga situasi kamtibmas dan kamseltibcarlantas tetap kondusif," ujar Kakorlantas.

Strategi 5 Klaster Utama
Untuk mengelola arus kendaraan yang masif, Korlantas membagi penanganan mudik ke dalam lima klaster, yakni:
- Jalan Tol dan Rest Area: Mengantisipasi penumpukan di titik-titik istirahat.
- Prediksi Bangkitan Arus: Memetakan titik awal kepadatan kendaraan.
- Jalur Tol Fungsional: Pemanfaatan ruas tol baru yang belum beroperasi penuh.
- Jalur Trans Jawa & Jalur Alternatif: Memastikan kelancaran di arteri primer.
- Jalur Trans Sumatera: Fokus pada kelancaran arus di luar pulau Jawa.
Rekayasa Lalin Berbasis Data (Real-Time)
Polri memastikan tidak akan menggunakan insting dalam pengambilan keputusan di lapangan. Seluruh kebijakan rekayasa lalu lintas, mulai dari Contraflow, One Way, hingga Delay System, akan diputuskan berdasarkan parameter data teknologi yang dipantau secara real-time.
Selain itu, perhatian khusus diberikan pada kawasan penyeberangan Merak–Bakauheni dengan penyiapan buffer zone dan skenario darurat untuk mencegah antrean panjang di pelabuhan.
Baca Juga: 18 Posko Lebaran Hino 2026 Siap Layani Kendaraan Niaga di Jalur Mudik Nasional
Sebagai langkah pencegahan kecelakaan, Korlantas bersama kementerian terkait menyiapkan check point pemeriksaan kendaraan meliputi kelayakan armada, kesehatan pengemudi, hingga tes narkoba bagi sopir angkutan umum sebelum memasuki jalur utama mudik.
Sebagai catatan, pada pelaksanaan operasi tahun sebelumnya, strategi serupa berhasil menurunkan angka kecelakaan sebesar 31% dan tingkat fatalitas korban hingga 53%.
"Yang kita amankan bukan sekadar arus kendaraan, tetapi perjalanan keluarga Indonesia. Kita hadir lebih awal dan pulang paling akhir," pungkas Irjen Pol Agus.

