Harapkan Evaluasi Kontes Mobil Selanjutnya, Ini Kata Kiki Anugraha

Harapkan Evaluasi Kontes Mobil Selanjutnya, Ini Kata Kiki Anugraha

KabarOto.com – Sempat ramai di media sosial, gelaran kontes mobil sedikit tercoreng karena kurangnya koordinasi, baik dari panitia dan pengunjung, sampai banyak mobil dari peserta yang mengalami kerusakan.

Berdasarkan cerita dari salah seorang peserta dan influencer otomotif, Kiki Anugraha. Ia sempat menyayangkan kejadian di acara tersebut.

“Ada mobil konsumen Karma yang baru jadi setelah sekitar dua tahun bangun mobil, dan si pemilik langsung ikut serta ke acara itu, malah rusak akibat insiden tersebut,” jelasnya.

Baca juga: Resmi, IIMS 2022 Digelar Bulan Februari

Kiki pun memberi saran untuk evaluasi pada pihak penyelenggara ke depannya. Agar peserta tidak kapok ikut dalam acara kontes mobil.

“Saya sendiri punya acara, dan berusaha agar para peserta sendiri tidak kapok ikut acara itu. Karena sekarang susah loh ngumpulin peserta. Apalagi kondisi sekarang, tidak banyak yang membangun mobil,” paparnya.

Dari panitia penyelenggara sendiri, Kiki mengatakan harus adanya penjagaan ketat, atau bisa menggunakan Q line sebagai pembatas. Apalagi tempat acara bebas dan tidak terfilterasi.

“Tempatnya kan di mall, otomatis tidak terfilterasi baik dari umur, dan pendatangnya. Kecuali ada tiket masuk, itu kan sudah terfilterasi siapa pengunjungnya, dan sebagainya. Seharusnya dari panitia langsung memberi penjagaan misalnya satu orang untuk tiga mobil, atau terjangkaunya bisa pakai Q line,” jelas pria ramah itu.

Baca juga: Hyundai N Rilis 5 Mobil Konsep Yang Berfokus Pada Performa Mobil

@kiki_anugraha

Pentingnya edukasi pada pengunjung juga jadi perhatian khusus, terutama di tempat bebas, dalam kasus ini di dalam mall.

“Harus ada edukasi, misalnya jangan menyentuh, dan jangan bersandar di bodi mobil. Lalu yang bawa anak-anak, orang tua harus tahu apabila anaknya memegang mobil, menginjak, bahkan sampai masuk ke mobil, harus dilarang. Pasalnya kita harus sadar bahwa itu property orang lain,” kata Kiki.

@kiki_anugraha

Pasalnya membangun mobil bukan hal sederhana. “Misalnya baret atau ada komponen atau bagian yang patah, itu pemilik harus membeli barang baru, dan memperbaikinya. Itu kan butuh uang lagi, waktu lagi, dan tenaga lagi. Kita sebagai modifikator yang membangun dengan hati, jadi takut untuk ikut acara kontes apabila seperti ini. Jangan sampai acara kontes tergantikan oleh meet up saja,” tutup Kiki.