Hasil Uji Jalan Dinilai Aman, Biodiesel B50 Berlaku Mulai Juli 2026

Dian Tami Kosasih
Dian Tami Kosasih
Kamis, 23 April 2026
Hasil Uji Jalan Dinilai Aman, Biodiesel B50 Berlaku Mulai Juli 2026

Biodiesel B50 Berlaku Mulai Juli 2026 (Kementerian ESDM)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan hasil pengujian bahan bakar biodiesel 50 persen atau B50. Hingga April 2026, hasil uji jalan (road test) pada sektor otomotif menunjukkan kondisi aman tanpa kendala teknis yang signifikan pada mesin kendaraan diesel.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, menjelaskan bahwa pengujian dilakukan secara serentak di enam sektor sejak Desember 2025. Untuk sektor otomotif, kendaraan kategori di atas 3,5 ton telah berhasil menuntaskan target jarak tempuh 40.000 km.

Baca Juga: Dukung Net Zero Emission, Implementasi B50 Masuk Tahap Penguatan Regulasi

"Sementara untuk kendaraan di bawah 3,5 ton, saat ini sudah mencapai 40.000 km dari target 50.000 km. Kami targetkan pada Mei nanti target jarak tempuh tersebut selesai, dan akan dilanjutkan dengan pengecekan mesin secara menyeluruh (teardown)," kata Eniya.

Langkah strategis ini merupakan bagian dari percepatan mandatori B50 yang ditargetkan mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 1 Juli 2026 mendatang. Kebijakan ini diambil sebagai langkah nyata pemerintah dalam menghadapi dinamika harga energi global serta memperkuat ketahanan energi nasional.

Data teknis menunjukkan bahwa kualitas bahan bakar B100 yang digunakan dalam campuran B50 telah memenuhi spesifikasi lebih ketat dibandingkan regulasi B40 sebelumnya. Beberapa parameter yang ditingkatkan meliputi:

  • Kadar Air: Maksimum 300 ppm (sebelumnya 320 ppm).
  • Monogliserida: Maksimum 0,47 %massa (sebelumnya 0,5 %massa).
  • Kestabilan Oksidasi: Minimal 900 menit (sebelumnya 720 menit).

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa komponen mesin, pelumas, dan sistem bahan bakar tetap dalam kondisi prima. Konsumsi bahan bakar juga tetap stabil dalam rentang standar pabrikan, sementara emisi karbon monoksida (CO) dan opasitas terpantau berada di bawah ambang batas yang ditentukan.

Baca Juga: Cadangan BBM di Atas Standar, Implementasi B50 Tekan Impor Energi

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyambut positif capaian sementara ini. Anggota Gaikindo, Abdul Rochim, berharap spesifikasi bahan bakar yang digunakan selama masa uji ini menjadi standar tetap saat implementasi resmi nanti.

"Jika hasil akhirnya tetap stabil seperti ini, kami tentu sangat senang. Harapannya, spek yang diujikan inilah yang nantinya akan digunakan secara masif di pasar," ujar Rochim.

Dengan hasil positif ini, Pemerintah semakin optimistis bahwa transisi menuju B50 tidak hanya akan menghemat devisa melalui pengurangan impor solar, tetapi juga mendorong pemanfaatan sumber daya domestik yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Tags:

#Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) #Biodiesel B50 #B50 #Harga BBM Indonesia

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan