Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Hati-hati dengan Produk Penghemat BBM yang Belum SNI

Sabtu, 01 September 2018
Hati-hati dengan Produk Penghemat BBM yang Belum SNI

Produk penghemat BBM harus memenuhi beberapa persyaratan, di antaranya tidak menyebabkan kekotoran mesin.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Saat ini banyak beredar produk penghemat bahan bakar yang di ramah lingkungan. Salah satu produk penghemat bahan bakar yang sudah beredar sejak tahun 2016 adalah Eco Racing. Eco Racing merupakan produk penghemat BBM berbentuk tablet dan memiliki zat yang berfungsi untuk melindungi mesin kendaraan.

Selain itu juga dapat meningkatkan oktan bahan bakar minyak, menghemat penggunaan bahan bakar (BBM) dan satu-satunya oktan besar atau vitamin BBM di dunia yang bisa menghilangkan gas CO hingga 100 persen.

Baca Juga: Ini 10 Mobil Irit BBM Yang Dipasarkan Di Indonesia

Namun pemerintah melalui Kementerian ESDM menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati memilih zat aditif untuk kendaraan. "Aditif yang digunakan dalam bensin ataupun minyak solar, harus memenuhi beberapa persyaratan, di antaranya tidak menyebabkan kekotoran mesin," ujar Muhidin, Kepala Sub Bagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi Biro Hukum dan Humas Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM.

Selain itu menurutnya, aditif yang terbuat dari bahan yang dapat membentuk abu (ash forming material) seperti aditif yang berbahan dasar logam (organometallic) tidak diperbolehkan.

Baca Juga: Kenali Kebutuhan BBM Yang Sesuai Dengan Kendaraan Anda

sampai saat ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM) belum menetapkan standar aditif yang layak digunakan. Himbauan tersebut muncul karena saat ini banyak merek penghemat BBM untuk mobil yang mengandung octane booster untuk menaikkan nilai oktan bahan bakar.

Sementara itu, Febrian Agung Owner PT Bandung Eco Sinergi Teknologi mengungkapkan bahwa Eco Racing telah terbukti kehandalannya lewat testimoni para user dan telah lulus uji emisi di mana uji emisi dilakukan secara resmi oleh dinas perhubungan di kota-kota besar seluruh Indonesia.

Namun sayang Eco Racing belum memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), alasannya karena pemerintah belum menentukan standar nasional untuk oktan boosternya. “Selama ini, kami menggunakan standar American Standar For Technical of Materials (ASTM), uji ASTM banyak sekali mulai dari pengujian nilai Oktan, Sulfur, Kadar Timbal dan lain sebagainya,” jelasnya.

Tags:

#Mobil Irit BBM #Mobil Hemat BBM
Google
Tambahkan Kabaroto.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang

Bimo Hariyadi

Lulusan Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta yang memiliki pengalaman di bidang jurnalistik. Karier dimulai sebagai jurnalis dengan fokus pada peliputan, riset, verifikasi data, serta penyusunan berita yang akurat, berimbang, dan sesuai kaidah jurnalistik. Saat ini aktif sebagai penulis otomotif, menghasilkan berbagai artikel, ulasan kendaraan, berita industri, serta konten informatif yang mengedepankan akurasi data dan kemudahan dipahami oleh pembaca. Pengalaman di dunia jurnalistik menjadi fondasi dalam menyajikan informasi yang kredibel dan relevan. Menguasai pengelolaan media sosial, mulai dari perencanaan konten, penulisan caption, hingga penyesuaian strategi komunikasi di berbagai platform digital. Kemampuan itu didukung oleh pemahaman terhadap tren media digital dan kebutuhan audiens, sehingga mampu menghasilkan konten yang informatif, menarik, dan memiliki nilai kuat.
Show More
Follow Me

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan