Hyundai Bisa Boyong Low SUV Pesaing Rush-Terios Ke Indonesia, Asal...

Hyundai Bisa Boyong Low SUV Pesaing Rush-Terios ke Indonesia, Asal... Hyundai Creta (istimewa)

KabarOto.com - Segmen Low Sport Utility Vehicle (LSUV) seakan semakin menggiurkan di Indonesia. Segmen yang dihuni oleh si kembar Toyota Rush dan Daihatsu Terios ini memang terus mengalami pertumbuhan dalam penjualan setiap tahunnya. Hal tersebut nyatanya mendorong para pabrikan mobil lainnya untuk turut bermain di segmen 'gemuk' tersebut.

Tercatat sejumlah produk sendiri sudah dipastikan bakal masuk ke Indonesia. Salah satu yang paling segar diingatan adalah DFSK Glory 560 yang bakal bermain di segmen itu. Tak hanya pabrikan Tiongkok, Hyundai pun nyatanya memiliki lini produk yang bisa bersaing di segmen LSUV, melalui produk mereka Hyundai Creta maupun dengan produk baru lainnya di masa yang akan datang.

"Kami melihat pasar LSUV sangat besar, kemungkinan untuk menghadirkan produk di segmen itu tentunya ada. Karena memang volume pasarnya menjanjikan bagi pabrikan, namun saat ini untuk menyasar segmen itu kami belum bisa pastikan," ujar Deputy Marketing Director PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI), Hendrik Wiradjaja.

Baca juga: Hyundai Masih 'Galau' Tentukan Lokasi Pabrik Baru Di Indonesia

Meski pun diketahui Hyundai memiliki produk yang pas untuk bermain di segmen itu, yakni Hyundai Creta. Namun Hendrik menegaskan bahwa Hyundai sendiri telah melakukan studi bagi SUV lima penumpang tersebut, hanya saja masih ada beberapa hal yang membuat model satu ini masih sulit untuk masuk ke Indonesia.

"Untuk menghadirkan produk baru itu membutuhkan proses studi yang cukup panjang, banyak pertimbangan seperti kapasitas mesin 1.6 liter, yang memiliki pajak yang sama dengan mesin 2.0 liter. Mobil ini juga berstatus CBU, harus mempertimbangkan tarif impornya," beber Hendrik.

Hyundai Creta
Hyundai Creta (istimewa)

Adapun pajak yang dimaksud sendiri Hendrik sendiri adalah Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) yang diketahui memiliki regulasi yang cukup pelik. PPnBM kendaraan sendiri dibagi menurut jenis kendaraan, mulai dari kapasitas mesin, dan juga sistem penggerak roda.

Bagi mobil non-sedan berpenggerak 4x2 dengan kapasitas 1.6 liter hingga 2.0 liter, seperti Hyundai Creta bakal dikenakan pajak sebesar 20 persen. Sejalan dengan itu, pemerintah sendiri diketahui tengah menyusun PPnBM baru yang lebih sederhana yang mengatur regulasi mengenai low carbon emission vehicle (LCEV). Menurut draf yang ada, Creta berpotensi mendapatkan PPnBM lebih kecil sebesar 15 persen.

"Regulasinya saat ini masih dalam bentuk draf, kami sebagai pabrikan belum bisa menjadikannya sebagai acuan. Karena belum terbit. Kami juga melihat jika kami menetapkan sesuatu masih berdasarkan rancangan atau draf sepertinya belum valid. Kami sendiri masih mempelajari, termasuk jika regulasi itu jalan dan kami pastinya siapkan strategi baru," ungkap Hendrik.

Baca juga: Hyundai Keluarkan Mobil Baru Dengan Nama Hyundai Venue

Sejalan dengan itu, Hendrik pun menegaskan bahwa kehadiran LSUV baru itu akan semakin mudah, jika pabrik Hyundai di Indonesia bisa rampung pembangunannya di tahun 2020 mendatang. Dengan memproduksi secara lokal model LSUV dapat menekan harga jual jadi lebih kompetitif.

"Kalau pabrik sudah ada, tentunya bisa saja Creta diproduksi secara lokal, atau bisa saja produk baru lainnya yang cocok dengan pasar otomotif di Indonesia," pungkas Hendrik.

Berita Terkait

Berita Terkait