KabarOto.com - Hyundai dan Kia dikenal sebagai dua merek otomotif asal Korea Selatan yang memiliki karakter desain berbeda. Namun, di balik tampilan produknya, kedua pabrikan tersebut ternyata berbagi banyak teknologi, mulai dari mesin pembakaran internal, transmisi, hingga platform mobil listrik.
Hubungan keduanya semakin erat setelah Hyundai mengakuisisi Kia pada 1998, menyusul krisis keuangan yang membuat Kia mengalami kesulitan. Sejak saat itu, kedua merek berada dalam satu kelompok usaha, Hyundai Motor Group.
Kolaborasi tersebut memungkinkan Hyundai dan Kia berbagi pengembangan teknologi serta komponen. Strategi ini membantu menekan biaya riset dan produksi, sekaligus membuat keduanya bisa menawarkan produk dengan karakter berbeda walau menggunakan teknis yang serupa.
Hyundai dan Kia Berbagi Mesin Diesel
Melansir Carscoops, salah satu contoh penggunaan mesin bersama dapat ditemukan pada sejumlah model SUV dan MPV Hyundai-Kia. Salah satunya mesin diesel 2.200 cc CRDi empat silinder yang digunakan pada beberapa generasi Hyundai Santa Fe dan Kia Sorento.

Mesin turbodiesel tersebut dikenal menawarkan torsi besar untuk kebutuhan perjalanan jarak jauh maupun membawa beban.
Penggunaan mesin 2.200 cc CRDi juga berbeda-beda berdasarkan generasi dan pasar. Jadi, tak semua model Hyundai maupun Kia yang disebut dalam materi sumber otomatis menggunakan mesin dengan spesifikasi identik.
Baca Juga: Kia Carens EV Indonesia Bisa Beda dari Versi India, Ini Kata Kia
Ada Mesin Smartstream Turbo 2.000 cc dan 2.500 cc
Selain diesel, Hyundai Motor Group juga mengembangkan keluarga mesin bensin Smartstream yang digunakan pada sejumlah model Hyundai dan Kia.
Salah satunya mesin turbo 2.000 cc empat silinder yang tersedia pada beberapa model di pasar tertentu. Mesin ini menawarkan kombinasi tenaga dan efisiensi, dengan penerapan yang menyesuaikan kebutuhan masing-masing kendaraan.
Ada pula Smartstream 2.500 cc turbo yang digunakan pada model berorientasi performa. Salah satu contohnya adalah Hyundai Sonata N Line yang dipasarkan di AS, sementara Kia Sorento juga memiliki pilihan mesin 2.500 cc turbo di sejumlah pasar.

Meski berasal dari keluarga mesin yang sama, spesifikasi tenaga, sistem pendinginan, transmisi, hingga pengaturan elektroniknya dapat berbeda sesuai model.
Hyundai Motor Group juga memiliki mesin Smartstream V6 3.500 cc turbo yang digunakan pada beberapa kendaraan di bawah merek Hyundai, Kia, dan Genesis. Untuk Genesis, tersedia pula konfigurasi twin-turbo pada model tertentu.
Baca Juga: Kia Genjot Kandungan Lokal Kia Carens EV, Target TKDN Mengarah ke 80 Persen
Mobil Listrik Hyundai dan Kia Juga Berbagi Platform
Kolaborasi Hyundai dan Kia tidak berhenti pada mesin konvensional. Kedua merek juga menggunakan platform kendaraan listrik yang dikembangkan bersama, yakni Electric-Global Modular Platform atau E-GMP.
Platform ini menjadi fondasi sejumlah mobil listrik Hyundai, Kia, dan Genesis. Contohnya Hyundai Ioniq 5, Ioniq 6, Ioniq 9, Kia EV6, serta Genesis GV60.

Salah satu keunggulan E-GMP adalah dukungan sistem kelistrikan 800 volt yang memungkinkan pengisian daya cepat. Arsitektur tersebut juga dirancang untuk mendukung pengaturan motor listrik, baterai, dan ruang kabin yang lebih optimal.
Namun, penerapan teknologi E-GMP tidak selalu identik pada seluruh model. Ada kendaraan yang menggunakan konfigurasi sistem kelistrikan berbeda, termasuk arsitektur 400 volt pada sejumlah model yang lebih terjangkau.
Desain Menjadi Pembeda Utama Hyundai dan Kia
Dengan banyaknya teknologi yang digunakan bersama, perbedaan antara Hyundai dan Kia sering kali lebih terlihat pada desain eksterior, karakter interior, serta pendekatan pemasaran.
Contohnya dapat dilihat pada Hyundai Santa Fe dan Kia Sorento. Keduanya sama-sama bermain di segmen SUV keluarga, tetapi memiliki bahasa desain dan pendekatan kabin yang berbeda.
Baca Juga: Kia Jaga Loyalitas Pemilik Mobil Lama, Suku Cadang Tetap Tersedia
Hal serupa juga terlihat pada mobil listrik. Hyundai Ioniq 5 mengusung desain retro-futuristis, sedangkan Kia EV6 tampil lebih sporty dengan garis bodi yang dinamis.
Bagi konsumen, strategi berbagi teknologi ini memberikan lebih banyak pilihan produk tanpa harus mengorbankan seluruh perbedaan karakter antarmerek.
Meski demikian, kesamaan platform atau keluarga mesin bukan berarti setiap model memiliki spesifikasi, performa, dan karakter berkendara yang sama.