Ini Kata Rifat Sungkar Soal Etika Berkendara Dan Menjaga Emosi Saat Di Jalan

Ini Kata Rifat Sungkar Soal Etika Berkendara dan Menjaga Emosi Saat di Jalan

KabarOto.com – Kesadaran untuk berkendara yang baik, dan benar harus tumbuh dari diri sendiri. Ketika pengendara lain berlaku agresif di jalanan, tak perlu ikut terpancing. Tetap berkendara dengan aman demi keselamatan diri sendiri.

Etika berkendara merupakan peraturan yang tidak tertulis, dan seharusnya dipatuhi bersama pengguna jalan. Kemudian juga sesama pengguna jalan sudah sepatutnya menghormati satu sama lain. Mengemudi di jalan raya itu bukan cuma urusan kemampuan teknis, keterampilan mengemudi hanya berperan 10% dalam soal keselamatan, justru sisanya soal menahan emosi.

Baca Juga : Pemerintah Jepang Izinkan Mobil Terbang Beroperasi Mulai Tahun 2025

Rifat Sungkar, selaku Brand Ambassador Mitsubishi Motors di Indonesia menjelaskan bahwa defensive driving merupakan teknik mengemudi yang mengutamakan pencegahan terhadap terjadinya berbagai kemungkinan buruk. Artinya, kesediaan berbagi di jalan raya, mulai dari pejalan kaki sampai pengemudi truk dan bus harus dihormati. Defensive driving juga mengajarkan pengemudi untuk mengelola emosinya dan tak mudah terpancing perilaku pengemudi lain.

Perilaku mengemudi tanpa emosi berlebihan ini seharusnya mulai diterapkan sehari-hari oleh semua pengguna jalan, “Contoh mudahnya adalah tidak membunyikan klakson mobil secara berlebihan karena suara klakson dapat menjadi polusi suara bagi para pengguna jalan lain. Selain itu akan lebih baik juga Anda mau berhenti sebentar memberikan kesempatan pada pejalan kaki yang hendak menyeberang jalan,” jelas Rifat.

Kemacetan juga sering memicu kelelahan dan jadi tak sabar. Meski begitu pengemudi harus bisa lebih sabar dengan tidak berpindah-pindah lajur atau menyerobot jalur kendaraan lain. “Tetap akan sampai tujuan kok, bonusnya malah kita jadi lebih positif dan tak mengganggu pengguna jalan lain,” tambah Juara Reli Nasional ini.

Baca Juga : Cara Honda Kampanye Keselamatan Berkendara Di Pasa Pandemik

Jaga emosi pun jadi peran utama agar masalah tidak lebih besar. “Misalnya bila mobil Anda tersenggol kendaraan lain, yuk coba untuk tak mengumpat. Kadang kata-kata dapat berujung pada permasalahan yang lebih besar,” jelasnya.

Usahakan saat berkendara dengan mental dan pikiran yang positif, karena dengan begini tubuh lebih cenderung tidak mudah lelah. Jika badan tidak lelah maka emosi bisa diredam sehingga perjalanan Anda pun jadi menyenangkan dan tidak merugikan orang lain.