Ini Penyebab Ducati Sulit Menang Di MotoGP 2021

Ini Penyebab Ducati Sulit Menang di MotoGP 2021 Jack Miller belum hasilkan poin besar

KabarOto.com – Pabrikan tim asal Italia, Ducati mengawali Kejuaraan Dunia MotoGP 2021 cukup bagus. Namun, mereka belum meraih kemenangan dari tiga seri yang sudah digelar.

Dalam tiga seri, para pembalap Ducati mampu merebut dua pole posisition yang diwakili oleh Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo) di GP Qatar dan Johann Zarco bersama Jorge Martin (Pramac Racing) di GP Doha. Raihan terbaik juga sempat disabet oleh Zarco yang sempat memimpin klasemen sementara usai seri kedua.

Baca Juga : Jelang MotoGP Spanyol 2021: Aprilia RS-GP Diharapkan Kian Kompetitif

Francesco Bagnaia

Di GP Portugal, Bagnaia hanya finis posisi ke-2 dan Zarco posisi ke-4 yang membuat posisinya bergeser ke nomor 4 di klasemen sementara. Dan, hingga saat ini pembalap Ducati belum ada yang meraih podium pertama. Salah satu masalahnya adalah para pembalap harus menyesuaikan diri lagi dengan ban Michelin.

“Sekarang kami mulai terbiasa dengan ban desain baru dari Michelin ini. Seperti musim 2020,kami yakin Desmosedici mampu kompetitif di Jerez (Spanyol), seperti di Portimao. Jerez seharusnya menjadi tren positif kami, karena Ducati mampu tampil baik di sirkuit ini,” ungkap Paolo Ciabatti selaku Direktur Sport Ducati Corse.

Zarco mencetak rekor top speed

Dengan memulai musim baru, Ducati memiliki kecepatan yang lebih tinggi. Hal ini terbukti saat sesi latihan bebas hingga kualifikasi, Zarco meraih rekor top speed MotoGP yang mampu menembus 362,4 kpj di sesi latihan bebas (FP4) GP Qatar.

Karena memiliki performa yang kencang, di sinilah menjadi masalah utama pabrikan asal Italia tersebut. Semua pembalap Ducati mampu memaksimalkan performa mesin V4 1.000 cc yang mampu menghasilkan tenaga hingga 300 dk. Melalui tenaga tersebut tentu membutuhkan banyak bahan bakar. Saat GP Qatar yang berlangsung sebanyak 22 lap (118,36 km) ini harus dilakoni oleh semua pembalap dengan 22 liter bahan bakar.

Baca Juga : Repsol Honda Lakukan Ubahan Struktur Tim

Podium MotoGP Doha 2021

Sulit menebak berapa kapasitas tangki di Desmosedici GP21, akan tetapi performa kencang tersebut mampu dikalahkan oleh duet tim Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo dan Maverick Vinales. Pria asal Italia tersebut juga menambahkan, kadang kondisi eksternal juga ikut mempengaruhi motor. Misal faktor angin yang bertiup lebih kencang di trek lurus akan membuat konsumsi bahan bakar lebih banyak.

Paolo Ciabatti membeberkan bahwa di beberapa sirkuit, pembalap harus memperhitungkan antara jumlah bahan bakar dengan jarak lomba agar bisa finis. Di paruh kedua lomba, jumlah bahan bakar pasti menurun. Saat itu lah pembalap mengubah mode ekonomis yang sudah diatur engine mapping.

"Itu yang terjadi saat lomba pertama di Losail, situasi berubah. Bukan rahasia lagi di beberapa trek, kami memang agak khawatir soal bahan bakar. Namun, itu bukan masalah yang kami alami sendiri,” tutup Ciabatti.