Perbedaan Antara BMW R18 First Edition Dan BMW R18 Classic

Perbedaan antara BMW R18 First Edition dan BMW R18 Classic Foto : Deddy / KO

KabarOto.com – BMW Motorrad baru saja meluncurkan varian heritage kebanggaan mereka BMW R18 First Edition dan BMW R18 Classic. Motor ini sengaja dibuat mudah untuk dikustom pemiliknya, sehingga lebih ringkas tidak banyak komponen elektrikal melekat padanya.

Namun apa sih perbedaan antara keduanya? Untuk harga tipe Classic dibanderol Rp 100 juta lebih mahal ketimbang First Edition. Dari selisih yang cukup jauh tersebut, apa yang akan pembeli dapatkan?

Pertama dari sektor penampilan, di mana tipe Classic mendapat penambahan windscreen di bagian depan, lengkap dengan bracket yang juga berfungsi sebagai bertenggernya foglamp bersifat opsional dan sein.

Baca Juga : Begini Cara Kerja Reverse Assist Pada BMW R18

Lalu paling jelas terlihat ialah Classic mendapat jok penumpang dan foot step, serta terdapat side bag. Asyiknya lagi, bagian dalam tas ini bisa kita lepas dan dibawa sebagai tas tenteng biasa, loh. Sehingga apabila ingin menaruh barang berharga bisa di tas ini.

Serta perbedaan lain yakni knalpot, di mana Classic lebih lurus atau straight dan berkarakter sura lebih berat, ketimbang First Edition modelnya Fish Tail, tapi sekali lagi tidak ada perubahan tingkat performa, ya sob!

Baca Juga : Casio Edifice 60th Anniversary Of First GP Win Rayakan Kemenangan Pertama Honda

“Untuk performanya sama, hanya karakter suara saja sedikit berbeda. Karena keduanya mengejar standar Euro5,” ujar Product & Ordering Manager BMW Motorrad Indonesia-Maxindo, Ardhi Putra.

Pelek ukuran 16 inci.

Soal fitur, Classic sudah mendapat cruise control bawaan yang sudah bisa aktif pada kecepatan 20 kpj, sementara First Edition belum, dan terdapat steering damper. Lalu pelek, Classic menggunakan diameter pelek lebih kecil yakni 16 inci.

Putra menjelaskan operasional cruise control, sudah bisa aktif pada kecepatan 20 kpj. Pengoperasiannya pun cukup mudah, tuas ke depan itu untuk menambah kecepatan, sementara saat tarik tuasnya guna mengurangi kecepatan. Sementara ketika ingin mematikan hanya perlu tarik tuas rem atau kopling, otomatis sudah non aktif sendirinya,” ujar Putra.