Ini Yang Bisa Dilakukan Agar Umur Ban Awet

Ini Yang Bisa Dilakukan Agar Umur Ban Awet Ban Cepat Habis Karena Salah Perlakuan (Foto: Kipli)

KabarOto.com - Ban merupakan salah satu faktor paling penting dalam menjaga keselamatan saat berkendara. Dan para pengendara disarankan untuk lebih waspada dan lebih memperhatikan kondisi ban.

"Ban yang baik memang merupakan salah satu faktor paling penting, agar kendaraan layak jalan. Bayangkan saja bobot keseluruhan kendaraan yang hanya ditopang oleh 4 ban kecil," buka Charly Arifin selaku owner Dunia Ban, di Cikokol, Tangerang (12/3).

Charly pun mengingatkan ada 4 hal yang bisa berpotensi membuat ban mobil menjadi aus, dan menjadi tidak layak untuk digunakan, namun masih bisa dikontrol untuk mengurangi dampaknya. Penasaran? Cek penjabarannya di bawah ini.

1. Kecepatan

Pengendara harus memperhatikan simbol kecepatan pada ban yang digunakan. Karena kalau kendaraan berlari terlalu kencang namun spek ban tidak sesuai, otomatis akan memperpendek umur ban. Berikut daftar simbol dan kecepatan maksimal yang bisa diterapkan.

- Simbol M Kecepatan maksimal 130 km/jam.
- Simbol N Kecepatan maksimal 140 km/jam.
- Simbol P Kecepatan maksimal 150 km/jam.
- Simbol Q Kecepatan maksimal 160 km/jam.
- Simbol R Kecepatan maksimal 170 km/jam.
- Simbol S Kecepatan maksimal 180 km/jam.
- Simbol T Kecepatan maksimal 190 km/jam.
- Simbol U Kecepatan maksimal 200 km/jam.
- Simbol H Kecepatan maksimal 210 km/jam.
- Simbol V Kecepatan maksimal 240 km/jam.
- Simbol W Kecepatan maksimal 270 km/jam.
- Simbol Y Kecepatan maksimal 300 km/jam.
- Simbol ZR Kecepatan maksimal Above 240 km/jam.

Baca Juga: Daftar Load Index dan Speed Rating Ban Motor

2. Keadaan Mekanisme Kendaraan

Satu lagi yang sering dilupakan pengendara ialah melakukan rotasi pada ban. Karena kecenderungan ban akan mengalami aus yang tidak merata. Oleh sebab itu pengendara sangat disarankan untuk melakukan wheel alignment.

Karena setir cenderung membuang ke satu arah, saat sudah berjalan sejauh 10.000 km. Ada beberapa cara perubahan rotasi ban yang benar.

"Untuk kendaraan berpenggerak roda belakang dan 4 roda, bisa dilakukan rotasi seperti ban depan kiri diputar ke ban belakang kanan, dan ban depan kanan bisa diputar ke belakang kiri," imbuh pria berkulit putih itu.

Selanjutnya untuk kendaraan berpenggerak roda depan. Bisa diputar seperti ban bekakang kanan ditaruh menduduki posisi kiri depan. Dan ban belakang kiri ditaruh di ban kanan depan. Atau bisa juga ban depan kanan ditaruh di posisi kanan belakang, dan ban depan kiri bisa ditaruh di posisi kiri belakang.

3. Kebiasaan mengemudi

Ban yang cepat aus juga bisa disebabkan oleh sifat agresif saat berkendara. Seperti pengendara sering melakukan start yang cepat dan berhenti mendadak. Membelokkan kendaraan dengan cepat, serta kerap mengendarai kendaraan di antara aspal dan tanah, melalui lubang atau halangan lainnya.

4. Tekanan angin

Nah, hal ini juga kerap dilupakan oleh pengendara. Yaitu tekanan angin yang tidak sesuai. Padahal hal ini cukup mudah, karena pabrikan otomotif sudah memberikan patokan tekanan angin yang tepat di dalam kabin (balik pintu).