Jajal Maxx Wire Di Nissan Serena, Kabel Kendaraan Yang Bikin Performa Naik Dan Langit Jadi Biru

Jajal Maxx Wire di Nissan Serena, Kabel Kendaraan yang Bikin Performa Naik dan Langit Jadi Biru

KabarOto.com - Umumnya jika ingin performa kendaraan sobat KabarOto lebih baik, bagian mesin harus ada yang dioprek, baik itu bagian internal pembakaran seperti silinder head, piston, maupun throttle body.

Hal tersebut berbeda dengan metode yang dilakukan oleh Chemonk Modified di kawasan Kebayoran Lama dengan produk Maxx Wire-nya, yang cukup memperbaiki kelistrikkan standar. "Intinya kabel ini bisa membuat pembakaran maksimal, bentuknya pun hanya beberapa kabel yang dirangkai di mesin," ujar Andri Irwan, punggawa Chemonk Modified saat diwawancarai KabarOto.

Teknisnya, menurut Chemonk, kabel tersebut membantu penyaluran api menjadi lebih besar dan suplai bahan bakar dari injektor ke ruang bakar jadi lebih baik. "Kabel dirangkai dari kutub negatif baterai ke mesin atau throttle body, yang bercabang 3 menyuplai untuk mesin, juga throttle body dan sasis," ujarnya.

Baca Juga: Macam-Macam Suku Cadang Booster Pengapian

Tak hanya itu, Chemonk juga telah mengetes produknya di Yamaha NMax 2018 200cc, hasil dyno sheet menunjukkan sebelum dyno test, tenaga menunjukkan angka 19,7 dk sedangkan setelah instalasi Maxx Wire, tenaga melonjak 20,9 dk. "Iya, memang sesuai pengalaman customer, bisa naik 1-2 dk," ujarnya singkat.

Selain diklaim tahan panas, kabel tersebut juga klaimnya mendukung program pemerintah soal langit biru loh, "Iya, kan pembakaran jadi sempurna karena dibantu melalui kabel yang membuat pengapian menjadi besar, suplai BBM jadi deras. Pembakaran mesin pun tak ada yang tersisa seperti kerak karbon dan lainnya, maka dari itu gas buang yang dihasilkan pun lebih ramah untuk mewujudkan langit jadi biru," tutupnya.

KabarOto pun langsung menguji Maxx Wire pada Nissan Serena lansiran 2031 dengan kode bodi C26, yang memakai mesin MR20 berkapasitas 2.000 cc. Aplikasinya, terdapat kabel biru yang disambung ke terminal negatif aki, lalu ujung satunya dipasang di baut daerah kepala silinder.

Kabel satu lagi yang warna merah, terpasang pada terminal positif aki dan ujung satunya tercabang 3 yang masing-masing dipasang pada area kepala silinder, lalu dekat throttle body dan baut ground dekat fender sisi kanan. Ini juga yang jadi keajaiban Maxx Wire, sebab kabel negatif aki sebenarnya otomatis tersambung juga dengan kabel merah yang dari terminal positif aki, namun tidak mengalami korslet.

Setelah terpasang, karakter mesin standar MR20 yang terkenal halus dan smooth, langsung terasa berubah. Torsi di putaran mesin bawah terasa lebih mengisi, dan otomatis membuat putaran mesin tidak perlu terlalu tinggi untuk mencapai kecepatan yang sama.

Misal saat diuji melewati exit tol Pondok Aren yang kondisi jalannya memutar dan menanjak. Putaran mesin cukup di kisaran 2.000 rpm untuk membopong bobot Serena C26 yang di kisaran 1,6 ton. Pun begitu saat cruising di kecepatan 100 kpj, putaran mesin juga masih di kisaran 2.000 rpm.

Hanya memang, khusus di Serena C26 ini, peningkatan tenaga kurang terasa agresif disebabkan karakter transmisi CVT bawaan yang memang lebih halus.

Maxx Wire pun disediakan untuk segala jenis mesin kendaraan dari motor, bensin dan diesel. Harganya di kisaran Rp 2 juta dan varian untuk mesin diesel di angka Rp 2,3 juta.

Baca juga: Klaim Mesin Lebih Halus, Wealthy Optimus Jadi Pelumas Diesel Formula Baru