Jawaban Toyota Indonesia Terkait C-HR Bermesin Hybrid

Jawaban Toyota Indonesia Terkait C-HR Bermesin Hybrid Toyota C-HR Hybrid

KabarOto.com - Di negara asalnya Jepang dan juga di beberapa negara di Eropa, Toyota C-HR ditawarkan dalam tiga pilihan mesin yakni 1.2 liter turbo, 1.5 liter, atau 1.8 liter hybrid. Sementara yang diboyong ke Indonesia hanyalah satu varian mesin yaitu mesin bensin 1.8 liter dengan kode 2ZR-FBE. Mesin itu mampu menyemburkan tenaga maksimal 139 dk dengan torsi maksimal 170 Nm.

Lalu apakah Toyota juga bakal memboyong Toyota C-HR versi Hybrid? apakah masuk ke Indonesia?

“Kita hari ini fokus kepada produk yang kita luncurkan saat ini yaitu Toyota C-HR dengan mesin konvensional 1.8L. Tapi nggak menutup kemungkinan Toyota C-HR versi Hybrid juga akan masuk ke Indonesia,” ujar Henry Tanoto, Vice President Director PT TAM.

Baca juga: Patok Target 140 Unit per Bulan, Ini Konsumen yang Disasar Toyota C-HR

Hal senada pun turut disampaikan Bansar Maduma, Outlet Development Division Head CBU & Commercial Product General Manajer PT TAM. Ia menjelaskan, Toyota Indonesia saat ini sedang studi terkait produk Toyota C-HR bermesin hybrid.

“Hybrid sedang studi. Kalau kebutuhan konsumen ada, aturan pemerintah mendukung, tentu kita akan luncurkan,” kata Bansar saat berbincang dengan KabarOto di sela-sela peluncuran Toyota C-HR di Jakarta, Selasa (11/4/2018).

Toyota C-HR 1.8L
Toyota C-HR 1.8L (KabarOto/Kipli)

Bansar pun menegaskan, saat ini Thailand, negara produsen Toyota C-HR di Asia Tenggara, sebenarnya sudah memproduksi versi hybrid. Hanya saja, produksi tersebut baru untuk memenuhi kebutuhan domestik mereka.

“Untuk pasar otomotif Thailand sudah ada varian Hybrid. Karena di sana aturannya sudah sangat mendukung untuk penggunaan teknologi hybrid. Kita harapkan Indonesia juga sama ke depannya. Bukan hanya didorong dengan peraturan tapi karena masyarakat sudah lebih sadar lingkungan,” beber Bansar.

Selain itu, tambah Bansar teknologi hybrid di Indonesia tentunya memiliki potensi yang bagus. Sayangnya, beberapa kondisi yang membuat teknologi tersebut kurang kompetitif dibandingkan mesin konvensional. Seperti aturan Pemerintah yang dinilai memberatkan teknologi hybrid untuk terus berkembang.

“Dari pihak pabrikan, tentunya setiap regulasi pasti kami ikuti, Ini karena regulasi pasti sudah mempertimbangkan semua hal seperti ketersediaan bahan bakar, infrastruktur dan lainnya. Kami berharap teknologi kendaraan di Indonesia dapat terus berkembang dan lebih ramah lingkungan,” tutup Bansar.