Kebijakan Jelas Dan Insentif Jadi Pertimbangan Utama Pembeli Kendaraan Listrik

Kebijakan Jelas dan Insentif jadi Pertimbangan Utama Pembeli Kendaraan Listrik

KabarOto.com - Salah satu bank Asia gelar webinar bertajuk 'The Rise of ASEAN EV' atau 'Kebangkitan Kendaraan Listrik di ASEAN'. Hal tersebut membahas insentif dan kebijakan yang menurutnya dapat membuat konsumen tertarik memiliki kendaraan listrik.

Eirik Barclay selaku Group Executive Vice President, New Ventures and Technology, Yinson Holdings mengatakan, "Sulit mengharapkan subsidi pemerintah untuk kendaraan listrik, sebaliknya, pemerintah harus menaikkan pajak kendaraan konvensional dan bahan bakarnya."

Baca juga: Bangga, Segway Listrik Berbentuk Vespa Klasik Karya Indonesia

Ia percaya, dengan penghapusan subsidi bahan bakar akan menarik minat masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik daripada konvensional karena pertimbangan biaya sehari-harinya.

Jarak tempuh tentunya juga jadi pertimbangan masyarakat, ia pun tak menampik fakta bahwa mayoritas masyarakat bisa menempuh jarak lebih dari 100km dalam waktu tertentu. Artinya infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) pun harus diperbanyak.

Lee Yuen How selaku Director, EV Connection Sdn Bhd mengatakan bahwa selurub pemegang saham OEM, perusahaan minyak dan oli dan pemerintah harusnya saling bersinergi untuk memajukan infrastruktur tersebut.

Baca juga: Strategi Mercedes-Benz Jual Mobil Listrik Agar Laris Manis

"Jika Anda menyerahkan semuanya ke swasta, mereka hanya akan membuat hal tersebut di titik tertentu saja yang banyak menggunakan kendaraan listrik. Sedangkan area pinggiran tak tersentuh oleh mereka," ujarnya.

Jinsi Lee selaku Founder & Chief Executive Officer, Oyika mengatakan, "Perusahaan yang menjual kendaraan listrik harus bertanggung jawab untuk kepemilikan baterai daripada harus melepaskan tanggung jawab sepenuhnya ke pembeli kendaraan. Ini hanya akan membebani pembeli mobil seken yang nantinya mendapatkan kualitas kurang baik."