Kebijakan Satu Arah Di Tol Trans Jawa Diberlakukan, Perhatikan Tanggal Dan Rutenya

Kebijakan Satu Arah di Tol Trans Jawa Diberlakukan, Perhatikan Tanggal dan Rutenya Foto: Antara

KabarOto.com - Semakin dekat dengan cuti bersama, tandanya akan semakin dekat pula dengan arus mudik dimulai. Pada Kamis (16/05) lalu, beberapa instansi melakukan pertemuan dan berbincang terkait kemacetan yang kerap terjadi ketika arus mudik maupun arus balik.

Diskusi Teras Kita: Mudik Selamat, Guyub Rukun di Hotel Crown Plaza, Jakarta, menghadirkan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi, Kepala Korlantas Polri Inspektur Jenderal Refdi Andri, dan Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Desi Arryani.

Akibat kepadatan lalu lintas yang terjadi saat arus mudik dan arus balik Lebaran setiap tahunnya, khusus di jalan tol ada terobosan baru. Yaitu dicetuskannya kebijakan satu arah (one way). Hal ini dianggap dapat mengurai kepadatan lalu lintas, terutama di jalan tol.

Baca Juga: Inilah Daftar Tarif Tol Trans Jawa, Termasuk Dari Merak Ke Probolinggo

Refdi menyampaikan, "Sistem one way berlaku dari KM 29 Jalan Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 262 Brebes Barat. Penerapannya terhitung pada masa mudik, yaitu 30 Mei - 2 Juni 2019. Saat arus mudik, kedua jalur baik ke arah Jawa (A) maupun ke arah Jakarta (B), hingga rest area di kiri dan kanan jalan bisa dimanfaatkan pengendara yang mengarah ke Timur, untuk kendaraan yang menuju Jakarta akan dialihkan melalui jalan arteri Pantura dan dapat masuk kembali pada GT Cikarang Barat."

Sedangkan untuk arus balik yang diperkirakan mulai 8 hingga 10 Juni, sistem satu arah bakal diberlakukan kembali. Berbeda dengan arus mudik, ketika arus balik one way diberlakukan ke arah Jakarta.

Sistem one way saat arus balik akan diterapkan dari KM 189 Palimanan hingga KM 29 Cikarang Utama. Kondisi lalu lintas kembali normal setelah GT Cikarang Utama. Bagi pemudik yang akan menuju arah Jawa Tengah diarahkan melalui jalan arteri Cikarang Barat menuju jalur Pantura.

Kemudian pemudik dapat kembali memasuki jalan tol pada GT Plumbon. Sedangkan pemudik yang akan menuju Bandung masuk kembali melalui GT Sadang.

"(Kebijakan) one way ini bagi Jasa Marga adalah juga untuk mengatasi kepadatan yang disebabkan oleh rest area. Selama ini Jasa Marga dan petugas bekerja ekstra keras untuk mengatasi kebiasaan masyarakat yang nekat masuk ke rest area meski sudah penuh. Tak sedikit pula, masyarakat nekat berhenti di bahu jalan bila petugas memutuskan untuk menutup rest area saat penuh," ungkap Desi.

Baca Juga: Gerbang Tol Cikarang Utama Ditutup, Ini Sistem Yang Diberlakukan

Sehingga diharapkan kebijakan tersebut dapat menjadi solusi utama, untuk mengatasi kepadatan yang kerap terjadi di jalan tol ketika arus mudik dan arus balik Lebaran.

Ketiga instansi ini optimis bahwa kebijakan satu arah dapat mengatasi persoalan kepadatan di jalan tol ketika mudik, terutama di rest area. Bahkan menurut Budi, salah satu kunci mengurai kepadatan di jalan tol adalah manajemen rest area yang baik.

"Kami mendorong masyarakat agar tidak hanya menggunakan rest area di tol. Istirahat pun bisa dilakukan dengan menuju ke gerbang keluar terdekat," jelas Budi.

Tidak hanya terjadi di jalan tol, bahkan sering terjadi kepadatan di gerbang tol. Nah terkait hal ini Jasa Marga telah meniadakan sejumlah GT tertentu.

"Jadi, ujarnya, GT hanya dijumpai di wilayah Cikampek, Semarang, dan Surabaya pada rangkaian Jalan Tol Trans Jawa yang telah tersambung," tambah Desi.

Dalam kesempatan yang sama Jasa Marga meluncurkan buku panduan tol Trans Jawa yang berjudul "Jalan Darat Anti Boring".

Dalam buku ini pemudik dapat mengetahui ruas-ruas jalan tol, titik GT dan rest area, tarif tol, serta destinasi wisata dan kuliner disepanjang akses keluar jalan tol. Buku panduan ini bisa diunduh di www.jasamarga.com.