Kia Tepis Anggapan "Gulung Tikar" Di Indonesia

Kia Tepis Anggapan "Gulung Tikar" di Indonesia Kia Picanto Platinum

KabarOto.com - PT Kia Mobil Indonesia (KMI) selaku agen pemegang merek (APM) Kia di Indonesia, akhirnya menepis anggapan bahwa pihaknya mengalami kebangkrutan. Menyusul penjualan mereka yang terus menurun di tanah air.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), KMI terakhir kali mengirimkan data penjualan mereka di bulan Maret 2018 lalu. Menurut data penjualan whole sales (dari pabrik ke dealer) Januari Kia meraih penjualan sebesar 59 unit, kemudian angka tersebut mengalami penurunan di bulan Februari yang hanya mampu menjual sebanyak 49 unit. Memasuki bulan Maret 2018, Kia hanya terjual sebanyak 40 unit.

Baca juga: Resmi Meluncur, Kia Grand Sedona Diesel Harganya Cuma Rp 595 Juta

Sementara sejak bulan April hingga Mei 2018, berdasarkan data Gaikindo Kia tidak memiliki aktivitas penjualan dalam kurun waktu dua bulan tersebut. Secara total Kia sepanjang tahun 2018 ini baru menjual sebanyak 132 unit mobil saja.

Kia Grand Sedona Diesel

Menanggapi isu miring terkait kebangkrutan di Indonesia. Kia mengklaim aktivitas penjualan mereka masih normal dan baik-baik saja.

Seperti diungkapkan Ridjal Mulyadi, General Marketing PT KMI mengatakan, "Kalau bangkrut kita ngga mungkin, ini kita buktikan dengan meluncurkan Grand Sedona Diesel," ujarnya di sela-sela peluncuran Grand Sedona Diesel di Jakarta, Rabu (18/7/2018).

Selain itu, di tahun ini Kia pun memastikan diri untuk tidak ambil bagian dalam penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018. Padahal ajang ini biasanya dimanfaatkan para produsen otomotif di Indonesia untuk memasarkan jajaran produk mereka di tanah air.

"Kalau untuk GIIAS, itu telah menjadi keputusan manajemen, jujur aja persiapan terlalu mepet, kedua belum ada model fresh untuk kita luncurkan. Ini memang model baru, tapi cuma varian Sedona. Jadi memang manajemen memutuskan tidak ikut kali ini," pungkas Ridjal.