Komunitas Chevrolet Apresiasi Infrastruktur Pulau Borneo

Dimas Satrio Utomo
Dimas Satrio Utomo 09 Jan 2018 - 09:05
Komunitas Chevrolet Apresiasi Infrastruktur Pulau Borneo
Captiva Chevy Club (3C) (Foto: Kabaroto)

KabarOto.com - Cuaca mendung atau guyuran hujan deras mewarnai Touring "Borneo Overland 2017" yang digelar Desember lalu. Jalan mulus dengan tanjakan maupun turunan tajam memberi sensasi menyenangkan dalam berkendara.

Namun, tak boleh lengah kalau tak mau berakibat fatal. Itulah sebabnya, peserta dituntut konsentrasi tingkat tinggi untuk menaklukkan rute Trans Kalimantan yang mempesona itu.

Alhamdulillah, semua anggota Captiva Chevy Club (3C), komunitas Chevrolet, mampu melalui wilayah Pulau Kalimantan, tepatnya rute Balikpapan-Kalimantan Timur yang diberi nama "Borneo Overland 2017".

(Baca Juga: Honda Ajak Komunitas Mobilio Hemat BBM)


Rute touring dimulai dari Balikpapan – Kalimantan Timur menempuh jalur Trans Kalimantan hingga Pontianak, kemudian memasuki wilayah Malaysia dan Brunei melalui PLBN Entikong.

Touring berdurasi 15 hari itu, terbagi dalam 15 etape dengan jarak tempuh sekitar 7.587 km (pulang pergi). Touring kali ini diikuti tim kecil, hanya tujuh peserta yang berasal dari beberapa Chapter 3C di Indonesia.

Rute Trans Kalimantan bagi para peserta turing menjadi rute yang sangat dinanti karena sebagian besar belum pernah melalui jalur ini dan di sinilah keseruan dimulai.

Tepat pukul 05.00 WITA, hari ke-22 Desember 2017, semua peserta bersiap berangkat dari Balikpapan menuju Kota Pontianak, lalu Kota Palangkaraya sebagai kota persinggahan. Nyaris di sepanjang perjalanan cuaca mendung disertai hujan deras.

(Baca Juga: Komunitas Honda BR-V Gelar Baksos untuk Anak Jalanan)


Para peserta touring menyebut jalur ini sebagai jalur roller coaster. Mengapa, karena sedemikian banyaknya tanjakan tinggi yang tidak diketahui arah turunannya dan begitu turun langsung disambut belokan tajam. Tak ayal, roda kendaraan pun acap kali memperdengarkan suara decitan merdu.

Terlepas dari kurangnya simbol rambu lalu lintas di sepanjang rute Trans Kalimantan yang menyulitkan bagi pengendara terutama malam hari. Namun, kondisi jalan yang di dominasi aspal mulus sangat layak diapresiasi.

Editor : ballian