Konsumsi BBM Di Yogyakarta Meningkat, Pertamina: Masih Di Bawah Rata-rata

Konsumsi BBM di Yogyakarta Meningkat, Pertamina: Masih di Bawah Rata-rata

KabarOto.com - Sejak beberapa waktu lalu masyarakat Indonesia sudah menjalankan fase transisi new normal. Sedikit demi sedikit kegiatan yang sebelumnya sama sekali tidak bisa dikerjakan akibat virus Corona atau Covid-19, saat ini bisa dilakukan.

Aktivitas yang berangsur normal baru ini ternyata berdampak terhadap konsumi Bahan Bakar Minyak (BBM). Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami peningkatan belasan persen di Juni, berbanding dengan Maret hingga Mei sebelumnya.

"Pergerakan angka kenaikan konsumsi BBM di bulan Juni ini memperlihatkan adanya peningkatan aktivitas masyarakat saat pemberlakuan new normal meskipun belum signifikan," ujar GM Pertamina MOR IV wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Rahman Pramono Wibowo.

Konsumsi BBM pertamax series, pertalite dan premium di Yogyakarta berada di angka 1.250 kl per hari. Sementara Mei lalu berkisar 1.070 kl per hari.

Baca Juga: Pertamina Ajak Konsumen Uji Emisi Di SPBU Kemayoran

Kenaikan juga dialami BBM gasoil seperti biosolar dan dex series yang meningkat sebesar 15 persen, pada Mei konsumsinya sebanyak 249 kl sementara Juni sudah naik menjadi 285 kl.

Walau mengalami peningkatan, Pramono menjelaskan bahwa kenaikannya masih terhitung di bawah rata-rata normal sebelum pandemik. Biasanya konsumsi gasoline sebanyak 1.800 kl per hari dan 390 kl per hari untuk gasoil. Data ini diambil dari Januari-Februari 2020 lalu.

Baca Juga: SPBU Pertamina Terapkan Transaksi Contactless

Saat ini wilayah Yogyakarta masih tetap mendapat saluran BBM premiun dan pertalite. Penyaluran produk BBM gasoline ini masih di dominasi oleh pertalite dengan perbandingan 63 persen untuk pertalite, 28 persen pertamax series, dan 9 persen premium.

"Masyarakat tidak perlu khawatir karena produk tersebut masih tersedia sekaligus memiliki ketahanan stok yang cukup di Fuel Terminal BBM Pertamina wilayah MOR IV," tutup Pramono