KTM Dan Kawasaki Raup Keuntungan Dari Covid-19, Kok Bisa?

KTM dan Kawasaki Raup Keuntungan dari Covid-19, Kok Bisa?

KabarOto.com - Tak seperti pabrikan lain, virus Corona atau Covid-19 rupanya tidak mengganggu performa penjualan KTM. Bahkan, pabrikan Austria tersebut klaim mencapai angka penjualan yang baik.

Meski tak dikatakan nominal soal berapa besar keuntungan atau peningkatan jualannya, diketahui menurut pihak KTM unit terlaris selama pandemik berasal dari motor bergenre penggaruk tanah.

"Sekarang kami berada dalam situasi yang sangat menguntungkan berbanding industri lain seperti mobil atau penerbangan, itu adalah mimpi buruk. Untungnya bagi kami kekuatan dari industri roda dua berkembang sampai batas tertentu setelah Covid-19," kata Pierer, mengutip dari situs Visordown. Pembelian sepeda motor di masa pendemik ini dianggapnya sebagai solusi buat para konsumen.

"Membeli motor kurang dari 10 ribu Euro, Anda dapat menghindar dari Corona Virus kapan saja. Anda dapat melakukannya sendiri tanpa khawatir dengan social distancing. Meninggalkan risiko yang berkaitan dengan kepadatan kota untuk mengunjungi pedesaan. Tentu dengan mengenakan perlindungan terbaik," terangnya ketika menjelaskan alasan utama mereka dapat permintaan besar untuk model off-road di Amerika Serikat.

Baca Juga: Balap MotoGP 2020 Belum Juga Digelar, KTM Panaskan Motor

Nyatanya ini tak hanya terjadi pada KTM saja. Visordown menyebut, kondisi serupa juga ditemui di Inggris khususnya dari Kawasaki. "Sementara ini pemotor tidak bisa berkendara di jalan raya. Banyak yang berinvestasi dengan mesin off-road, untuk mereka pakai sendiri di lahan pribadinya. Mereka menginformasikan bahwa beberapa diler Kawasaki akan menjual sekitar 20 unit mesin per bulan," tulis mereka.

Selain penjualan, KTM menegaskan jaringan yang kuat juga turut menyelamatkan mereka dari kerugian. Dengan begitu, Covid-19 dapat diantisipasi dengan cepat.

"Ini memang tidak terduga! Sebagai perusahaan internasional, kami memiliki koneksi di seluruh dunia. Dan sejak awal kami melihat ada masalah dari Cina karena mencegah pelanggan untuk membeli produk kami di pasar Asia. Ketika masalah timbul dari rantai pasokan spare part di Italia, saya sudah merencanakan penghentian produksi pada pertengahan Maret," papar Pierer.

Ia juga menjelaskan, KTM sama sekali tidak melakukan pemutusan hubungan kerja. Alih-alih melakukan PHK, produsen yang bermarkas di Mattighofen justru menambah 40 karyawan baru.