Lewat Jembatan Timbang, Kemenhub Perketat Truk ODOL

Lewat Jembatan Timbang, Kemenhub Perketat Truk ODOL Petugas Dinas Perhubungan memeriksa truk di jembatan timbang (Foto: istimewa)

KabarOto.com - Maraknya truk bermuatan lebih atau Over Dimension Over Load (ODOL) di berbagai jalan, membuat Kementerian Perhubungan kembali akan ketat dalam melakukan pemeriksaan, di jembatan timbang. Hal itu, ditegaskan oleh Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi. Menurutnya, jembatan timbang merupakan salah satu fungsi kontrol pergerakan logistik.

Jembatan timbang berfungsi memantau pergerakan barang dari yang dapat berjalan sesuai dengan selamat dan aman. “Kita menginginkan keselamatan dalam perjalanan,” ujar Budi Karya Sumadi, Minggu (6/6).

Baca Juga: Dengan Sistem Ini, Kecelakaan Akibat Truk ODOL Bisa Dikurangi

Dia menyampaikan, jika kendaraan tersebut muatannya sesuai, maka kemungkinan besar akan selamat di jalan. Namun, jika muatan melebihi batas maksimal, keselamatannya tidak akan terjamin. Dia berharap, pelaku usaha logistik sadar untuk tidak melanggar. Kesadaran dengan tidak menggunakan kendaraan ODOL.

Pengecekkan truk (Foto: Istimewa)

Budi mengapresiasi meningkatnya produktivitas pemeriksaan angkutan barang tahun 2021 ini. Di mana kegiatan dilakukan oleh Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) atau Jembatan Timbang, yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan.

Di antaranya, pemeriksaan pada lima jembatan timbang yang berada di bawah Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kemenhub Wilayah IX Provinsi Jawa Barat. Meliputi, jembatan timbang Balonggandu, Losarang, Kemang, Gentong, dan Tomo.

Pada Januari hingga April 2021, jembatan-jembatan tersebut sudah memeriksa 54.992 kendaraan, dengan tingkat pelanggaran 20.620 kendaraan atau 38%. Sementara itu, selama Januari sampai Desember 2020 lalu, di tempat yang sama telah diperiksa 63.776 kendaraan, dengan pelanggaran 36.208 kendaraan atau 57%.

Baca Juga: Pengamat Transportasi: Masalah ODOL Di Jalan Tol Tidak Akan Pernah Selesai

“Tahun lalu diperiksa 60.000 kendaraan. Tahun ini dalam waktu empat bulan sudah diperiksa 50.000 kendaraan,” terang Budi. Sementara itu, sampai akhir tahun 150.000 kendaraan yang diperiksa. "Ada kenaikan dua kali lipat, yang artinya teman-teman sudah bekerja lebih produktif,” terang Budi.