Dengan Sistem Ini, Kecelakaan Akibat Truk ODOL Bisa Dikurangi

Dengan Sistem Ini, Kecelakaan Akibat Truk ODOL Bisa Dikurangi Kecelakaan di jalan tol salah satunya disebabkan oleh truk berlebih muatan

KabarOto.com - Kecelakaan yang terjadi di jalan tol, disebabkan karena truk yang melintas berlebih muatan. Sehingga tidak mampu menahan beban dan membuat rem menjadi blong. Selain itu, truk yang dikenal Over Domension Over Loading (ODOL) ini juga kerap merusak jalan. Pengelola jalan tol mengaku rugi, karena jalan selalu rusak.

Untuk itu, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) selaku distributor resmi Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation (MFTBC), konsen dengan masalah tersebut.

Baca Juga: Mitsubishi Fuso Ditargetkan Kuasai 48,1 Persen Pangsa Pasar Indonesia Tahun 2021

Mereka pun menerapkan sistem digitalisasi pada truk. Bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan, mereka menggunakan sistem Runner Telematics.

Mobil-mobil truk di jalan tol

"Kami akan hadirkan serta memperkuat solusi digital melalui integrasi data dari berbagai sistem digital yang kami miliki seperti Runner Telematics," jelas Naoya 'Rocky' Takai, Presiden Direktur KTB, beberapa waktu lalu.

Penguatan sistem Runner Telematics, mengacu pada regulasi Kemenhub PM 60/2019, tentang Penyelenggaraan Angkutan Barang dengan Kendaraan Bermotor di Jalan.

Sementara itu, Kepala Sub Direktorat Angkutan Barang Direktorat Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan, Alexander Hilmi Perdana mengatakan, perusahaan ini menjadi salah satu brand kendaraan niaga. Siap mendukung program Kemenhub.

Truk berlebih muatan di jalan tol

"Selama ini elektronic manifest masih data manual, tidak ada interagasi dengan Kementerian Perhubungan. Kami berharap dapat mengetahui waktu kerja pengemudi, sehingga bisa dilindungi," tambahnya. Pergantian pengemudi, melalui E-Look Book.

Dalam hal ini, parameter yang harus dimiliki adalah pengawasan kendaraan secara real time, monitor kecepatan dan lokasi kendaraan pada peta. Selain itu, info lokasi keberangkatan dan kedatangan kendaraan, info rute, titik angkut atau kirim, pembatasan wilayah secara digital, lama waktu berkendara, jarak berkendara, durasi berhenti, durasi mengemudi.

Baca Juga: Mitsubishi Fuso ECanter Belum Dijual Di Indonesia, Ini Kendalanya

Selain itu, Runner Telematics juga dapat mengetahui lama waktu mesin beroperasi, peringatan pelanggaran batas kecepatan, manajemen aset, dokumen kendaraan, manajemen pengemudi, histori rute yang dilalui, info volume BBM dalam tangki, info durasi kendaraan dalam keadaan diam.