Pengamat Transportasi: Masalah ODOL Di Jalan Tol Tidak Akan Pernah Selesai

Pengamat Transportasi: Masalah ODOL di Jalan Tol Tidak akan Pernah Selesai

KabarOto.com - Truk dengan muatan berlebih atau yang biasa disebut Over Dimension Over Loading (ODOL) masih berkeliaran di jalan tol. Beberapa waktu lalu kementerian Perhubungan dan juga Jasamarga akan menindak tegas truk-truk yang masih bermuatan lebih tersebut.

Rencana penindakan didukung dengan menyiapkan fasilitas, dengan instalasi atau pemasangan alat pendeteksi ODOL weight in motion (WIM) di beberapa lokasi. Karena, dampak negatif dari truk ODOL tersebut meningkatkan angka kecelakaan.

Baca Juga: Awal Tahun 2021 Truk ODOL Di Jalan Tol Akan Ditindak Tegas

Selain itu juga berdampak pada kerugian menurunkan kualitas jalan tol. Jalan-jalan yang dilintasi truk obesitas ini rusak, dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan lainnya.

Sampai saat ini, KabarOto.com masih belum bisa mendapatkan keterangan, dari pihak terkait salah satunya Jasamarga selaku operator jalan tol. Lalu sampai kapankan truk-truk tersebut akan menghiasi jalan tol?

Pengamat transportasi dan Ketua Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas mengatakan, ini persoalan lama yang tidak terpecahkan dan semakin tidak jelas pemecahannya. "Karena kan Kementerian Perindustrian minta diundur, batas waktu toleransinya dari tahun 2021 menjadi 2023 nanti," terang dia kepada KabarOto.com, Minggu (17/01/2021).

Celakanya, menurut dia Kementerian Perhubungan juga setuju. "Jadi lupakan saja deh masalah ODOL tersebut," tegasnya.

Lalu siapa yang bertanggung jawab atas masalah tersebut? Menurutnya semua bertanggung jawab, Kementerian Perhubungan, Jasamarga atau operator jalan tol lain, Kepolisian dan lainnya. "Semua bertanggung jawab. Kalau semua tegas, selesai soal odol tersebut," terangnya.

Baca Juga: Gara-gara Truk ODOL, Biaya Perawatan Jalan Tol Jadi Membengkak

Sementara itu, pemasalahan ini tidak akan pernah selesai jika tidak ada yang bertindak tegas. "Masalah ODOL tidak akan pernah selesai selama tidak ada orang yang berani bertindak tegas," paparnya.