Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Lotus Carlton, Sedan "Terlarang" yang Kini Jadi Incaran

Senin, 16 Maret 2026
Lotus Carlton, Sedan

Lotus Carlton berwarna Imperial Green

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Bagi para kolektor mobil klasik, memiliki unit yang pernah memicu perdebatan di tingkat parlemen adalah sebuah kebanggaan tersendiri. Lotus Carlton, atau yang dikenal sebagai Opel Lotus Omega di daratan Eropa, adalah salah satu dari sedikit kendaraan yang menyandang status tersebut.

Pada awal tahun 90-an, kecepatan puncaknya yang mencapai 285 km/jam dianggap terlalu berbahaya bagi sebuah sedan keluarga, hingga memicu kampanye di Inggris untuk melarang penjualannya. Status "serigala berbulu domba" inilah yang menjadikannya salah satu buruan paling prestisius dalam sejarah kendaraan performa tinggi.

Keistimewaan utama Lotus Carlton terletak pada kedalaman teknis hasil kolaborasi antara Opel dan tangan dingin para insinyur Lotus di Hethel. Berbeda dengan Mercedes 500E yang menekankan pada kehalusan distribusi tenaga V8, Lotus Carlton menawarkan sensasi berkendara yang jauh lebih "mentah" dan brutal.

Mesin 3.6L Twin-Turbocharged inline-6

Baca Juga: Sinergi Dua Raksasa Stuttgart, Rahasia di Balik Mercedes-Benz 500E

Mengandalkan mesin 3.6L Twin-Turbocharged inline-6 yang dipadukan dengan transmisi manual 6-percepatan dari Corvette ZR-1, mobil ini menuntut keahlian pengemudi yang mumpuni, menjadikannya ikon sejati bagi mereka yang mengapresiasi keterlibatan mekanis murni.

Dari sisi kelangkaan, Lotus Carlton adalah aset yang sangat terbatas. Awalnya, pihak pabrikan berambisi memproduksi sebanyak 1.100 unit, namun resesi ekonomi di awal 90-an memaksa produksi dihentikan lebih awal pada Desember 1992.

Hingga akhir masa produksinya, hanya 950 unit yang berhasil diselesaikan secara total. Dari jumlah tersebut, hanya ada 320 unit versi setir kanan (Vauxhall Lotus Carlton) yang beredar, menjadikannya jauh lebih langka jika dibandingkan dengan populasi Mercedes-Benz 500E yang menembus angka 10 ribu unit.

Total produksinya ternyata hanya 950 unit, adapun 320 unit versi setir kanan

Memasuki tahun 2026, nilai investasi Lotus Carlton di pasar lelang menunjukkan tren yang sangat positif. Berdasarkan data lelang terbaru dari Iconic Auctioneers dan Historics, harga mobil ini telah stabil di angka yang sangat tinggi.

Diyakini untuk unit dengan kondisi rata-rata, harga lelang kini berkisar antara £60.000 hingga £80.000 (sekitar Rp1,2 - 1,6 miliar). Namun, untuk unit yang memiliki jarak tempuh rendah (kilometer rendah) dan riwayat perawatan yang sempurna, harganya bisa menembus angka £110.000 (lebih dari Rp2,2 miliar) di balai lelang global.

Baca Juga: Permintaan Wuling Darion Tembus 4.000 Unit

Keunggulan lain yang membuat mobil ini sangat layak dikoleksi adalah nilai estetikanya yang ikonik namun fungsional. Warna Imperial Green yang tampak hampir hitam dalam pencahayaan redup, dipadukan dengan body kit agresif dan lubang udara pada kap mesin, memberikan identitas visual yang kuat.

Berpadukan body kit agresif untuk menjaga kecepatan hingga 285 km/jam

Meskipun berusia lebih dari tiga dekade, desainnya tetap terlihat modern dan berwibawa di samping mobil-mobil sport modern, menjadikannya pusat perhatian dalam setiap acara komunitas otomotif eksklusif.

Kesimpulannya, Lotus Carlton bukan sekadar instrumen kecepatan, melainkan simbol perlawanan industri otomotif terhadap batasan di zamannya. Dengan jumlah produksi yang sangat terbatas dan performa yang masih mampu mengungguli banyak sedan sport modern, nilai sejarah dan ekonominya diprediksi akan terus meroket.

Bagi Anda yang mencari kombinasi antara kelangkaan, performa brutal, dan potensi investasi jangka panjang, Lotus Carlton adalah permata yang sulit untuk diabaikan pada tahun 2026 ini.

 

Simulasi Kredit

Minimal Rp 20.000.000 - Maksimal Rp 100.000.000.000
%
DP
Pokok Pinjaman
Total Bunga
Angsuran / Bulan
 

Tags:

#Lotus Carlton #Lotus Cars #Mobil Retro
Google
Tambahkan Kabaroto.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang

Kusnadi Chahyono

Jurnalis otomotif sejak 2003. Senang naik motor dan mengulas mobil baru terutama teknologi terbaru. Pendidikan jurnalistik di FISIP UPN VETERAN JAKARTA angkatan 1997. Suka foto event karena sudah bisa megang kamera sejak SMP. Jurnalis dan fotografer tahun 2003-2013 di majalah otomotif tertua dari Inggris Autocar Magazine franchise Indonesia yang dipegang MRA Group. Sempat di PR Agency selama satu tahun. Sebagai jurnalis di Dapurpacu.com pada tahun 2014-2017. Bisa menjadi host otomotif setelah bergabung di Otoblitz. Saat ini menjadi jurnalis di Kabaroto.com.
Show More
Follow Me

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan