Sinergi Dua Raksasa Stuttgart, Rahasia di Balik Mercedes-Benz 500E

Kusnadi Chahyono
Kusnadi Chahyono
Senin, 16 Maret 2026
Sinergi Dua Raksasa Stuttgart, Rahasia di Balik Mercedes-Benz 500E

Mercedes-Benz 500E menjadi koleksi

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Dunia otomotif pernah mencatat sejarah emas ketika dua rival besar asal Stuttgart, Mercedes-Benz dan Porsche, bersatu untuk menciptakan sebuah mahakarya. Lahir di awal era 90-an, Mercedes-Benz 500E (W124) bukanlah sekadar sedan mewah biasa.

Mobil ini merupakan hasil kolaborasi teknis yang sangat mendalam, di mana Mercedes-Benz mempercayakan pengembangan hingga perakitan akhir unit ini kepada tetangga dekatnya, Porsche. Sinergi ini melahirkan sebuah "serigala berbulu domba" yang hingga kini menjadi incaran utama para kolektor mobil klasik di seluruh dunia.

Keputusan Mercedes-Benz untuk menggandeng Porsche didasari oleh alasan strategis yang cukup mendesak saat itu. Pada akhir 1980-an, tim teknis Mercedes sedang disibukkan oleh pengembangan S-Class terbaru, sehingga sumber daya mereka sangat terbatas.

Memanfaatkan keahlian Porsche dalam merancang sasis performa tinggi

Baca Juga: Toyota Fortuner 4.000 cc Produksi Indonesia, Impor ke Timur Tengah

Di sisi lain, Porsche sedang mengalami krisis keuangan yang cukup serius akibat penurunan penjualan global. Mercedes-Benz ingin menyelamatkan tetangganya sekaligus memanfaatkan keahlian Porsche dalam merancang sasis performa tinggi untuk memasukkan mesin V8 besar ke dalam bodi sedan menengah W124 yang awalnya tidak dirancang untuk itu.

Peran Porsche dalam proyek ini sangatlah vital dan melampaui sekadar perakitan. Porsche mendesain ulang sasis W124 agar mampu mengakomodasi bobot dan tenaga mesin 5.0L yang besar. Mereka melakukan modifikasi pada suspensi, sistem pengereman, hingga sistem kelistrikan yang lebih kompleks.

Karena bodi 500E yang lebih lebar 1,5 inci tidak muat di lini produksi standar Mercedes, proses perakitan pun dilakukan dengan tangan di pabrik "Rössle Bau" milik Porsche di Zuffenhausen, yang sebelumnya digunakan untuk memproduksi supercar Porsche 959.

Salah satu aspek yang paling mencolok dari Mercedes-Benz 500E adalah dimensi tubuhnya yang berotot namun tetap elegan. Secara visual, mobil ini terlihat hampir identik dengan W124 standar, kecuali pada bagian spatbor (fender) yang lebih lebar dan rendah.

Pelebaran dimensi ini diperlukan untuk memberikan ruang bagi ban yang lebih lebar dan sistem suspensi yang lebih mumpuni. Dimensi panjang sekitar 4.740 mm dan lebar 1.800 mm memberikan postur yang sangat stabil saat melaju di kecepatan tinggi di jalur autobahn.

M119 V8 berkapasitas 5.000cc

Di balik kap mesinnya, tertanam unit legendaris M119 V8 berkapasitas 5.000cc yang diambil dari model 500 SL (R129). Mesin ini mampu memuntahkan tenaga sebesar 322 dk dan torsi puncak mencapai 480 Nm.

Performa tersebut memungkinkan sang sedan melesat dari 0 hingga 100 km/jam hanya dalam waktu sekitar 6,1 detik, angka yang sangat mengesankan untuk standar awal tahun 90-an. Meski bertenaga buas, penyaluran tenaganya tetap halus berkat transmisi otomatis 4-percepatan yang dirancang untuk kenyamanan berkendara jarak jauh.

Kenyamanan berkendara tetap menjadi prioritas utama Mercedes-Benz, meskipun mobil ini memiliki napas sportscar. Berkat sentuhan Porsche, distribusi bobot kendaraan menjadi mendekati 50:50, yang memberikan stabilitas luar biasa tanpa mengorbankan kelembutan suspensi khas Mercedes.

Dimanjakan jok sport dari Recaro berlapis kulit premium

Di bagian dalam, pengemudi dimanjakan dengan jok sport dari Recaro yang dilapisi kulit premium serta penggunaan material kayu berkualitas tinggi di seluruh dasbor. Kabinnya sangat senyap, memberikan rasa tenang bahkan saat mobil dipacu hingga kecepatan maksimal yang dibatasi secara elektronik pada 250 km/jam.

Baca Juga: Pasar EV Melambat, Honda Putuskan Batal Produksi Tiga Mobil Listrik Utama

Proses produksi mobil ini sangat unik karena melibatkan logistik yang rumit antara pabrik Mercedes di Sindelfingen dan pabrik Porsche di Zuffenhausen. Setiap unit dikirim bolak-balik sebanyak dua kali selama 18 hari proses produksi untuk pengecatan dan instalasi mesin.

Hal ini menjadikan 500E sebagai salah satu kendaraan produksi massal dengan proses pembuatan paling teliti di masanya. Standar kualitas ganda dari kedua pabrikan ini memastikan bahwa setiap unit yang keluar memiliki tingkat presisi dan ketahanan yang luar biasa hingga puluhan tahun kemudian.

Simbol persahabatan industri dan kejayaan teknik Jerman

Kini, Mercedes-Benz 500E dikenang sebagai simbol persahabatan industri dan kejayaan teknik Jerman. Kehadirannya membuktikan bahwa ketika dua kompetitor besar bekerja sama, hasilnya adalah produk yang melampaui ekspektasi masanya.

Bagi para pecinta otomotif, 500E adalah bukti nyata bahwa kemewahan dan performa brutal dapat bersatu dalam harmoni yang sempurna. Mobil ini bukan hanya sekadar alat transportasi, melainkan sebuah artefak sejarah yang menceritakan bagaimana Porsche pernah membantu menyelamatkan reputasi performa Mercedes-Benz, dan sebaliknya.

Tags:

#Mercedes-Benz 500E #Mobil Retro #Mobil Porsche

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan