KabarOto.com - Max Verstappen mengakui Red Bull Racing menghadapi hari sulit pada sesi latihan bebas F1 Jepang, Jumat (27/3/2026).
Pada FP1, Verstappen hanya berada di posisi ketujuh dengan selisih 0,791 detik dari yang tercepat. Sementara di FP2, ia turun ke posisi ke-10 dengan gap melebar hingga 1,376 detik, setelah perubahan setelan mobil justru memicu masalah keseimbangan.
Setelan Mobil Tidak Ideal
"Sejujurnya, tidak terlalu bagus. Kurang keseimbangan dan cengkeraman. Dari FP1 ke FP2 berubah drastis, tapi keduanya tidak memuaskan," ujar Verstappen.
Juara dunia empat kali itu menegaskan, tim masih kesulitan menemukan setelan ideal pada mobilnya. Bahkan, setiap perubahan justru memunculkan masalah baru.
"Anda mencoba memperbaiki satu hal, lalu muncul masalah lain. Kami tidak pernah benar-benar menemukan keseimbangan yang baik," katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa persoalan utama terletak pada keseimbangan mobil dan grip ban, terutama di sektor cepat. Kondisi ini membuat Red Bull Racing tertinggal cukup jauh dari para pesaingnya.
"Kami masih belum mengerti kenapa sangat tertinggal di sektor satu, khususnya di kecepatan menengah hingga tinggi. Ini bukan sesuatu yang bisa diselesaikan dalam semalam," ucap Verstappen.
Baca Juga: Red Bull Racing Dirugikan Jeda Panjang F1 2026, Mercedes Kuasai Awal Musim
Situasi makin rumit karena insiden dengan Franco Colapinto dari tim Alpine F1 Team yang sempat mengganggu upayanya di FP2 dan kini dalam peninjauan steward.
Keraguan Jelang Kualifikasi F1 Jepang
Menjelang kualifikasi, Verstappen pesimistis tim bisa langsung menemukan solusi cepat.
"Saya tidak mengharapkan keajaiban dalam semalam. Kami harus memahami masalah ini lebih dalam," tegasnya.
Sementara itu, kepala teknisi Red Bull, Paul Monaghan, menyebut hari tersebut sebagai "penuh tantangan" dan belum sesuai standar tim.
"Posisi kami saat ini jelas bukan standar yang kami tetapkan. Kami sudah mengidentifikasi beberapa masalah, tapi masih harus dipastikan dan dipahami agar bisa diperbaiki," ujarnya.
Baca Juga: Pirelli Mengkonfirmasi Jenis Kompon Ban pada F1 Jepang 2026
Red Bull sendiri membawa sejumlah pembaruan besar di Jepang, termasuk revisi pada sidepod, lantai, dan penutup mesin. Namun, meski paket tersebut dinilai bekerja sesuai desain, masih ada aspek lain yang belum optimal.
"Mobil ini sebenarnya bekerja seperti yang diharapkan, tapi ada bagian lain yang belum memuaskan. Itu yang harus kami benahi," kata Monaghan.

